Tarif Taksi Tak Akan Naik

 815 total views,  2 views today

taksi

Foto : DOK Ist

PALEMBANG I KS – Walaupun hampir semua angkutan umum, sudah dinaikkan tarifnya paska kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subdisi namun itu tidak akan berlaku untuk tarif taksi di Palembang.

Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Palembang memastikan, tarif taksi tidak akan naik seperti tarif angkutan umum lainnya. “Dipastikan tarif angkutan taksi tidak akan naik, meski harga BBM bersubsidi naik. Kerena tarif taksi, satu tahun sebelum kenaikan harga BBM bersubsidi telah lebih dahulu menaikan tarifnya,”jelas Ketua Organda Kota Palembang, H Sunir Hadi, Senin (15/7).

Sunir mengatakan, meski dipastikan tarif taksi tidak naik, masyarakat yang biasa mengunakan jasa angkutan taksi harus tetap mengunakan argo untuk memastikan tidak adanya taksi nakal yang menaikan tarif.

“Taksi nakal tentu mereka sangat mudah dilihat, kerena mereka ada argo meter, pengunaan argo ini wajib berdasarkan keputusan organda. Karena hitungan biaya tarif angkutan, bersadarkan jarak tempuh,”ucapnya.

Di kota empek-empek sendiri kata Sunir, ada 310 unit taksi yang beroperasi dari empat perusahaan penyedia jasa taksi yakni Kotas, Primkapau, Balido dan Blue Bird. Namun dari 310 unit itu, hanya 150 unit taksi saja yang beroperasi di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Palembang.

Sebagai informasi, tarif taksi di Palembang sudah naik lebih dahulu. Pemberlakuan kenaikan tarif baru itu, dilakukan sejak 13 Juli 2012 lalu. Kenaikannya yakni argo flat buka pintu Rp7000, tarif dasar perkilometer Rp4000, tarif waktu tunggu perjam Rp40.000, tarif jarak tempuh kurang dari 40 Km Rp20.000.

“Hal ini berdasarkan surat keputusan DPC Organda Kota Palembang per 10 Juni 2012 lalu dan di sahkan oleh Wali Kota Palembang, Eddy Satana Putra pada 7 Juni 2012 dan berdasarkan hasil musyawarah operator taksi Blue Bird, Balido, Primkopau dan Kotas,” kata Sekretaris Organda Palembang, Ismail Hamid.

Kenaikan tarif taksi di Kota Palembang adalah penyesuaian yang tidak ada keterkaitanya dengan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). “Dengan adanya kenaikan harga ini maka tinggal bagaimana operator taksi yang memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumennya,” tukasnya.

 

Teks   : Alam Trie Putra

Editor : Dicky Wahyudi

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster