Sidak SPBU, Temukan Mobil Tangki Modifikasi

 265 total views,  2 views today

Tampak-tim-gabungan-dari-Dinas-Perindustrian-dan-Perdagangan,-Dinas-Pertambangan-dan-Satpol-PP-Muaraenim-melakuka-sidak-di-SPBU-Muaraenim

Tampak tim gabungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertambangan dan Satpol PP Muaraenim melakuka sidak di SPBU Muaraenim. Foto : Siswanto KS 

Muara Enim I KS – Inspeksi mendadak (sidak), Tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertambangan, dan Sat Pol PP berhasil mendapati sedikitnya 11 kendaraan bermotor yang mengisi berulang-ulang dan dua mobil bertangki modifikasi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Talang Jawa Muaraenim, kemarin (15/7).

“Sidak ini sifatnya pengawasan rutin untuk mengantisipasi pelanggaran atau penimbunan BBM, pasca kenaikan harga BBM belum lama ini,”ungkap Ansyori selaku Ketua Tim SIdak SPBU yang juga Kabid Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Muaraenim kepada Kabar Sumatera.

Diakui Ansyori sidak ini juga menindaklanjuti surat Bupati Muaraenim Ir H Muzakir Sai Sohar tertanggal 21 Juni 2013 yang berisikan peringatan atau himbauan kepada masyarakat agar tidak menimbun BBM, antisipasi penimbunanan BBM oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dan pelarangan pembelian dengan menggunakan derijen, drum yang dilakukan berulang-ulang.

Selain itu, pihaknya juga menerima laporan masyarakat, kalau di SPBU Talang Jawa, banyak kendaraan yang mengisi berulang-ulang. Setelah pihaknya Sidak siang ini (kemarin,red) ternyata benar, ada 11 kendaraan bermotor, dan dua, mobil yang tangkinya sudah dimodifikasi yang berhasil kita dapati.

“Sebelas kendaraan bermotor sudah kita catat nomor polisi, demikian juga dengan dua mobil tersebut. Kita sudah peringatkan kepada pengelolah SPBU Talang Jawa terkait temuan kita di lapangan. Pihak SPBU telah kita tegur dan beri peringatan. Untuk saat ini, pihaknya masih memberikan teguran dan peringatan saja kepada pengelolah SPBU. Kedepan, jika ditemukan pelanggaran maka akan diserahkan kepada petugas yang berwajib untuk memperosesnya sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku,” pungkas Ansyori.

Hal senada dikatakan A Gofar Kabid Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan, pihaknya juga mengawasi pemeriksaan alat ukur di SPBU Talang Jawa. Selain itu, kata Gofar, petugas juga melakukan pengecekan terhadap kondisi mesin pompa penjualan untuk mengetahui akurasi antara jumlah liter BBM yang dijual terhadap angka yang muncul di monitor. Hal ini dilakukan, untuk menghindari kerugian bagi konsumen, sekaligus mencegah terjadinya pelanggaran alat ukur (tera) pada SPBU.

Sementara itu, Pengelolah SPBU Talang Jawa, Prasetyo mengatakan, pihaknya telah memberikan kepercayaan kepada petugas pengisian SPBU. Mengenai, adanya pengisian kendaraan bermotor yang dilakukan secara berulang-ulang tentunya akan menjadi perhatian pihaknya untuk lebih teliti.

Ditegaskannya, pihaknya juga telah mengingatkan kepada petugas pengisian di lapangan untuk tidak melayani pengisian dengan menggunakan derijen ataupun kendaraan yang berulang-ulang atau tanki modifikasi. “Kalau memang ada ditemukan petugas kita yang nakal, maka akan kita beri teguran dan sanksi, kalau memang sudah tidak ditolerir lagi, sanksi beratnya adalah pemecatan,”ungkapnya.

 

Teks : Siswanto

Editor: Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster