DKK Usulkan Tambahan 5 TPA

 361 total views,  2 views today

tpa

Foto : DOK Int

PALEMBANG I KS – Volume sampah di Palembang, setiap tahun terus bertambah. Setiap hari setidaknya, produksi sampah di kota empek-empek ini mencapai 500 ton perhari yang umumnya berasal dari sampah rumah tangga.

Untuk mengangkut sampah ini menurut Kepala Dinas kebersihan Kota (DKK) Palembang, Kemas Abubakar, 124 armada yang dimiliki DKK harus tiga sampai empat kali bolak-balik mengangkut sampah dalam satu hari.

Kondisi ini kata Abubakar, disebabkan minimnya tempat pembuangan akhir (TPA) di Palembang. “Di Palembang, baru ada dua TPA yakni TPA Sukawinatan dengan luas 25 hekter dan daya tampungnya diprakirakan hanya bisa bertahan 3-5 tahun lagi. Kemudian TPA Karya Jaya, dengan luas 40 hektar masih mampu menampung hingga 10 tahun lagi,” jelas Abubakar ketika dibincangi di ruang kerjanya, Senin (15/7).

Hal itu sebut dia, menyulitkan mobilisasi pengangkutan sampah. Jarak antar TPA yang berjauhan juga menyebabkan, truk pengangkut sampah lebih memilih membuang sampah ke TPA Sukawinatan dibanding TPA Karya Jaya.

Karenanya kata Abubakar, DKK mengusulkan untuk menambah TPA di Palembang. “Kita mengusulkan penambahan lima TPA lagi, sehingga memudahkan mobilisasi pengangkutan sampah,” bebernya.

Lima TPA yang diusulkan itu berada di Jakabaring, Plaju, Kalidoni, Sukarami dan Sako Kenten. Luas lima TPA yang diusulkan itu ucapnya, tidak seluas dua TPA yang sudah ada yakni sekitar dua setengah hektar. Namun pengelolaan sampahnya kata Abubakar, dilakukan secara modern.

Nantinya, sampah yang masuk ke TPA tersebut dapat di daur ulang menjadi makanan ternak, pupuk dan hanskrap. Hal itu sebutnya, sangat potensial dikembangkan di Palembang.

Sebab mayoritas sampah di Palembang berasal dari limbah rumah tangga, sementara limba rumah tangga 56 persennnya dapat diolah menjadi pakan ternak, sisanya 15 persen merupakan sampah jenis karton dan 17 persen jenis plastik yang bisa dijual ke pengepul.

“Pemanfaatan sampah bernilai ekonomi saat ini baru mencapai 34 persen, karena itu rencananya dengan pengolahan sampah yang modern mampu mendaur ulang sampah hingga 89 persen,”tukasnya.

Teks   : Alam Trie Putra
Editor : Dicky Wahyudi

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster