Polisi Jaring 30 Motor Balap Liar

 411 total views,  4 views today

PAGARALAM, KS—Upaya mewujudkan kondisi lalu lintas yang tertib, Kepolisian Resort (Polres) Kota Pagaralam, dalam hal ini Satuan Lalu Lintas (Satlantas), menggelar razia besar-besaran terhadap pelaku aksi balapan liar di Jalan Lingkar Keban Agung dan Dusun Simpang Manna, Kelurahan Ulu Rurah, Kecamatan Pagaralam Selatan, Sabtu (13/7) sekitar pukul 17.00 WIB.

Dalam razia tersebut, petugas berhasil menjaring 30 kendaraan balapan liar termasuk kendaraan dinas pejabat teras dan Anggota DPRD Pagaralam yang  melanggar lantaran plat merah diganti dengan plat hitam.

Para pelaku balapan liar sebagian besar merupakan anak sekolah menengah pertama (SMP). Saat tertangkap petugas, prilaku mereka pun beraneka ragam, ada yang menangis, lapor orang tua dan ada pula menakuti petugas dengan mengatakan anak seorang pejabat di kepolisian.

Selain mengamankan puluhan kendaraan pelaku balapan liar, polisi juga mengamankan salah seorang pemuda yang kedapatan membawa senjata tajam jenis keris. Sementara saat digeleda, pemuda itu melakukan perlawanan  hingga nyaris melukai petugas.

Kasat Lantas AKP Herry Widodo SH didampingi Kanit Laka Ipda Riki Mozam dan Iptu Sulis mengatakan, razia atau pembubaran pelaku aksi balapan liar itu terkait  banyaknya laporan masyarakat baik melalui SMS maupun telepon langsung dan dinilai cukup meresahkan.

“Aksi pelaku bapalan liar dinilai sudah cukup meresahkan masyarakat terutama pengguna jalan, karena tempat yang dijadikan lokasi kebut-kebutan tersebut merupakan jalan utama di dalam kota Pagaralam, baik warga yang hendak ke kebun, sawah maupun  anak-anak sekolah,” ujarnya.

Ia mengatakan, sebelum melakukan operasi pihaknya terlebih dahulu melakukan penyusupan dengan menggunakan pakaian preman seolah-olah akan ikut nonton balapan liar.

“Ketika pelaku balapan  mulai ramai anggota yang sudah disiapkan untuk menutup pintu keluar langsung mengepung dari tiga penjuru. Sehingga sebagian besar mereka tidak sempat lagi meloloskan diri, bahkan ada juga yang ketakutan hingga terjun masuk ke dalam sawah,” ujarnya lagi.

Meski begitu, kata Herry, ada sekitar 30 unit sepeda motor sebagain besar jambrong, tidak memiliki STNK dan SIM sudah diangkut menggunakan truk dan diamankan di Satlantas Mapolres Pagaralam.

“Sementara satu orang yang membawa senjata tajam jenis keris langsung diserahkan ke Sat Reskrim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” sebutnya.

Dikatakan dia, selain melakukan operasi penertiban, Polres Pagaralam juga tengah menggencarkan pelaksanaan operasi patuh 2013 dan sudah menjaraing ratusan kendaraan sepada motor dalam satu minggu ini.

“Melalui razia ini, kita bukan hanya menjaring kendaraan sepeda motor tapi termasuk kendaraan pejabat seperti anggota DPRD Pagaralam yang mengganti BG merah dengan nomor polisi warna hitam,” bebernya.

Herry mengatakan, penertiban ini tidak ada maksud lain kecuali hanya memberikan pembelajaran kepada masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas seperti harus ada STNK, SIM dan tidak menggunakan sepeda motor racing.

“Begitu pula dengan pejabat dimaksud untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memberikan contoh yang tidak baik kepada masyarakat dengan menganti BG merah ke hitam,” ujarnya.

Ia menambahkan, razia sudah dilakukan di beberapa titik jalan yang ada diwilayah Kecamatan Pagaralam Selatan dan Kecamatan Pagaralam Utara, seperti Perandonan, Simpang Manna, simpang Tugu, Simpang Air Perikan dan beberapa tempat lainnya.

“Guna  menyukseskan operasi ini, pihaknya menerjunkan puluhan personel yang diperbantukan dari Polsek,” kata dia seraya mengharapkan, agar operasi ini nantinya dapat menertibkan kendaraan yang menggunakan knalpot racing serta meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas dan termasuk pula mengajak masyarakat agar dapat tertib berlalu lintas.

Terpisah, Kapolres Pagaralam, AKBP Raden Hendrawan SIK mengatakan, razia tersebut dilakukan guna mengajak para pengendara kendaraan bermotor agar dapat selalu mewujudkan kondisi lalu lintas yang tertib.

Ia mengatakan, aksi balapan liar sudah sangat meresahan masyarakat pengguna jalan hingga terpaksa dilakukan pembubaran secara paksa.

“Meski demikian, semua ini diterapkan dalam rangka  mencipatakan suasana tertib berlalu lintas serta masyarakat pun aman dalam berkendaraan di jalan raya,” kata Kapolres.

 

Teks : Anton Stefen

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster