Kurir Sabu Gagal Lebaran Bareng Keluarga

 244 total views,  2 views today

Hamid,-kurir-narkoba-(tengah-belakang),-bersama-Masyur-(kiri)-dan-Cancan-(kanan),-saat-di-Satnarkoba-OI

Hamid, kurir narkoba (tengah belakang), bersama Masyur (kiri) dan Cancan (kanan), saat di Satnarkoba OI

INDERALAYA-Mimpi Hamid (20), warga Komplek Cinta Manis, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir (OI), untuk berlebaran bersama keluarga kandas sudah.

Pasalnya, remaja pengangguran ini harus berurusan dengan pihak kepolisian Satnarkoba Polres OI lantaran tertangkap mengedarkan sabu dan juga  sedang memakai serbuk setan, Jumat (12/7), lalu dirumahnya.

Remaja ini tidak sendiri, petugas juga berhasil menciduk Cancan salah seorang petani dan Mansyur, buruh lepas PTPN VII Cinta Manis yang keduanya juga warga warga Komplek Cinta Manis.

Dari tangan Hamid, petugas menyita 11 paket sabu, peralatan sabu dan uang tunai Rp 400ribu.

Informasi yang didapat, penangkapan berawal dari laporan masyarakat terkait transaksi narkoba.

Mendapat laporan tersebut, petugas yang dipimpin langsung Kasatnarkoba AKP Ihsan dan Iptu Roby Sugara langsung meluncur ke TKP.

Petugas langsung melakukan pengintaian. Benar saja, petugas melihat pelaku yang sudah menjadi Target Operasi (TO), dan langsung melakukan penyergapan terhadap pengedar Hamid dan Cancan pemakai yang saat itu sedang asik nyabu.

Setelah dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti sebanyak 11 paket sabu, alat hidap dan uang hasil penjualan.

Saat itu juga, petugas langsung melakukan pengembangan.Selang satu jam, petugas menangkap Mansyur pemakai naroba. Ketiganya langsung digiring ke Mapolres OI berikut barang bukti.

Kasatnarkoba AKP Ihsan didampingi KBO Iptu Roby Sugara, Minggu (14/7), membenarkan jika petugas menangap pengedar dan pemakai sabu. Menurutnya, penangkapan tersebut atas informasi dari masyarakat.

“Pelaku kita tangkap saat pakai sabu. Barang bukti berupa 11 paket sabu seharga Rp 100 ribu perpaket. Alat sabu dan uang. Asal sabu tersebut dari IW yang saat ini masih buron,” ungkapnya.

Hamid, saat ditemui mengakui jika barang tersebut miliknya yang didapat dari IW warga yang sama.

“Saya jual perpaket Rp 100 ribuan, baru terjual dua paket sama Cancan dan Mansyur. Setiap 10 paket terjual baru saya dapat komisi. Saya nganggur pak uang tersebut buat makan dan ngumpulin buat lebaran,” akunya.

Baik Cancan dan Mansyur saat ditemui juga mengaku bahwa keduanya adalah pemakai dan bukan pengedar. “Saya cuma makai pak, nyesel Pak,” ungkap Mansyur buruh lepas PTPN Cinta Manis dan Cancan.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster