Polres OKI Amankan Ribuan Petasan

 272 total views,  2 views today

petasan

Petugas Merazia Petasan Di Pasar Indralaya Ogan Ilir | Junaidi KS

KAYUAGUNG, KS- Meski sudah dihimbau untuk tidak menjual petasan, namun masih banyak para pedagang yang mengais rezeki dengan menjual petasan. Padahal, petasan tersebut sangat membahayakan dan menggangu masyarakat.

Untuk membererantas peredaran petasan, Jajaran unit Pidana Umum (Pidum), Satuan Reskrim Polres Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (12/7), sekitar pukul 10.00 WIB, menyisir pasar Kota Kayuagung OKI, untuk merazia para pedagang yang menjajakkan petasan.

Dari hasil razia tersebut, petugas berhasil menyita ribuan petasan dari tangan para pedagang.

Para pedagang berikut ribuan petasan dagangannya langsung di gelandan ke Mapolres OKI untuk menjalani pemeriksaan.

Pantauan dilapangan, petugas saat tiba di Pasar Kayuagung menyisir satu demi satu lapak dagangan yang menjajakan petasan yang dinilai sangat membahayakan dan merugikan masyarakat.

Setelah melihat lapak yang menjual petasan, petugas langsung menghampiri lapak tersebut. Tanpa basa-basi, petugas langsung melakukan penyitaan terhadap petasan dari lapak pedagang.

Tidak sampai disitu, petugas terus menyusur setiap lorong pasar untuk merazia pedagang petasan.

Dari hasil razia, petugas mengamankan tiga pedagang yakni Madi dan Anang keduanya warga Cilekah, Kayuagung, dan Beni warga Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir (OI).

“Sebelumnya kita sudah memberikan himbauan kepada masyarkat agar tidak menjual petasan karena akan mengganggu umat muslim dalam menjalan ibadah puasa. Tetapi mereka tidak mengindahkanya bahkan tambah marak, terpaksa kita ambil tindakan,” tegas Kasat reskrim AKP Surachman didampingi Kanit Pidum, Ipda Johni Martin, Jumat (12/7).

Dikatakan Kasat, hasil dari razia kemarin, petugas tidak menemukan petasan atau kembang api yang mengandung bahan peledak lebih dari 20 miligram, meskipun demikian ada juga petasan yang menimbulkan ledakan dijual oleh para pedagang yang terpaksa disita.

“Kalau berdaya ledak sangat tinggi tidak ada, tetapi ada juga petasan yang terpaksa kita sita karena memang mengeluarkan suara ledakan cukup keras, pemiliknya juga sudah kita suruh menandatang surat pernyataan untuk tidak kembali menjual petasan,” ujarnya.

Lanjut Ipda Johni Martin, petasan yang diamankan langsung dibawa ke Mapolres  OKI , sementara pedagang yang kedapatan menjual petasan diberi peringatan dan teguran untuk tidak menjual lagi petasan.

Pihaknya juga menjelaskan, akan berkoordinasi dengan Sat Pol PP  untuk penindakan atas pelanggaran yang terjadi dalam kasus ini jika kembali melanggar, apalagi sebelumnya sudah diingatkan petugas untuk tidak mengulanginya.

“Pedagang petasan ini juga melanggar dapat kita jerat dengan Undang-undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 Tentang Bahan Peledak,” tegasnya.

Disamping itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat kabupaten OKI dan sekitarnya agar tidak bermain atau berjualan petasan. Sebab, selain dapat mengganggu ketertiban umum, penggunaan petasan juga dapat berakibat hal negatif dan berbahaya.

Salah satu pedagang petasan, Madi,  yang diamankan polisi mengatakan bahwa dirinya menjual petasan hanya untuk mengais rezeki tahunan saja. “Kami tahu kalau jual petasan dilarang, tapi kami hanya nyari makan pak, untuk dagangan saya yang disita polisi ini modalnya Rp 2 juta,” ujarnya.

Teks : Emil Hidayat

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster