Perbaikan Jalan Tak Pernah Selesai

 187 total views,  4 views today

rri

Ilustrasi Perbaikan Jalan | rri.co.id

PALEMBANG, KS-Perbaikan jalan di Sumatera Selatan (Sumsel), tak pernah selesai dilakukan. Hal itu dikarenakan pola perbaikan dilakukan, dengan menggunakan pola tambal sulam. Sehingga, walau sudah diperbaiki tak lama kemudian kembali rusak.

Kondisi ini menurut anggota Komisi IV DPRD Sumsel, Najib Matcan disebabkan anggaran perbaikan jalan yang terbatas. Tahun ini kata politisi Partai Golkar ini, untuk perbaikan jalan dan jembatan negara di Sumsel, Balai Besar Jalan dan Jembatan Wilayah II Sumsel, hanya mendapatkan anggaran Rp814 miliar untuk perawatan dan perbaikan jalan negara sepanjang 1.444 kilometer (KM).

“Anggaran itu, tidak mencukupi. Sehingga pola perbaikannya, hanya tambal sulam, Akibatnya, saat pangkal rusak perbaikan tengah ujungnya rusak jadi berkutat disitu,”kata Najib dibincangi, Jumat (12/7).

Ia menyebut, dari 1.444 km panjang jalan negara di Sumsel, delapan persennya atau sekitar 115 km dalam kondisi rusak. Tahun ini sebut Najib, Kementrian Pekerjaan Umum (PU) hanya menganggarkan Rp814 miliar. “Artinya ada penurunan, kita akan berjuang agar anggaran untuk perbaikan infrastruktur di Sumsel bertambah,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Non Vertikal Tertentu Perencanaan dan Pengawasan Provinsi Sumsel, Gunawan mengatakan, untuk perbaikan infrastruktur di Sumsel yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat setidaknya dibutuhkan anggaran Rp1,5 trilyun.

Namun, tahun ini dana yang dikucurkan hanya Rp 814 miliar. “Memang tahun ini, ada kenaikan dibandingkan tahun lalu, yang hanya Rp715 miliar. Tapi masih belum cukup untuk mengatasi kerusakan seluruh jalan. Nah, karena dananya terbatas, maka kami harus membuat prioritas perbaikan jalan dan jembatan di Sumsel. Tentunya, dilihat mana yang jalan yang sudah rusak berat dan mendesak untuk diperbaiki,” ungkap Gunawan.

Tahun ini, kata Gunawan, jalan yang menjadi prioritas adalah Jalan Betung-Sekayu, Simpang Penyandingan-perbatasan Lampung (selain diperbaiki juga dilebarkan 1 meter), jalan lintas Lahat-Pagaralam, jalan Sekayu-Mura.

“Tahun ini kita targetkan kondisi jalan mantap di Sumsel bisa mencapai 95 persen, dari panjang jalan keseluruhan. Naik tiga persen dari tahun lalu, yang hanya mencapai 92 persen mantap. Kita akan terus kerja, karena pemerintah menargetkan untuk Sumsel di tahun 2014 persentase jalan dengan kondisi mantap itu bisa mencapai 97 persen,” katanya.

Selain perbaikan jalan dengan pengaspalan, tambah Gunawan, pihaknya juga akan memperbaiki jalan yang rawan longsor seperti di jalan dari Lahat-Tebing Tinggi. “Yang jelas kami akan upayakan untuk menangani semua jalan rusak. Kalau dalam kondisi baik dan sedang, akan tetap dipelihara dengan dana pemeliharaan rutin, rusak ringan akan dilapis ulang dan jika rusak berat akan direkonstruksi,” ujarnya.

Sementara untuk jembatan, lanjut Gunawan, tahun ini ada beberapa rencana pembangunan jembatan di Sumsel. Yakni, pembangunan underpass dengan dana Rp 150 miliar, lanjutan duplikasi Jembatan Musi II dan Jembatan di Sungai Lilin dan Lalan yang kondisinya mendesak untuk diduplikasi. “Kalau underpass sekarang sudah siap, pembebasan lahan sudah selesai,”tukasnya.

Teks    : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster