Diskoperindag OI Siap Operasi Pasar

9 total views, 3 views today

Foto-Lepas

Ilst. Pasar | Bagus KS

INDRALAYA.KS-Meroketnya harga sembilan bahan pokok (Sembako), beberapa terakhir ini baik imbas dari kenaikan harga Bahan bakar Minyak (BBM), maupun puasa membuat Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Kabupaten Ogan Ilir (OI),  berencana akan melakukan operasi pasar (OP).

Hal itu dilakukan untuk menjangkau daya beli masyarakat pada bahan pokok yang dirasakan sulit.

Kepala Diskopperindag OI, Tapip, Jumat (12/7), mengatakan, dengan adanya OP ini nantinya diharapkan dapat menekan harga sembako agar tidak membumbung lebih tinggi lagi.

“Terlepas ada lonjakan atau tidaknya harga kebutuhan pokok di pasar, kami tetap mengadakan operasi pasar. Rencananya OP akan dilakukan pada pertengahan puasa nanti,” ujarnya.

Dirinya mengakui, saat ini terjadi kenaikan harga sembako disejumlah pasar dalam Kabupaten Ogan Ilir seperti di Pasar Indralaya maupun Pasar Tanjung Raja. Kenaikan ini memang sudah menjadi hal biasa yang terjadi setiap tahunnya, terutama menjelang Ramadan tiba.

Menurutnya, kenaikan harga sembako dipasaran terbilang cukup wajar dengan adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu.

“Kami sudah melakukan cross cek di dua pasar dan memang terjadi kenaikan sejumlah item sembako dan sayur mayur. Ini sudah kami antisipasi dengan melakukan OP pertengahan puasa mendatang,” imbuhnya.

Untuk mekanismenya pelaksanaan OP nanti, kata dia, pihaknya akan berkoordinasi dahulu dengan pemerintah provinsi dan bulog. Jika daya beli masyarakat ternyata tak mampu lagi menjangkau pembelian, tidak menutup kemungkinan akan langsung dilakukan OP.

“Untuk titik-titik OP masih dalam tahap penyusunan. Kami terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan Disperindag Provinsi untuk melaksanakan OP ini,” terangnya.

Terpisah, Kepala Pasar Indralaya, Erawati menyatakan saat ini beberapa item sembako mengalami kenaikan hingga persentase 20-30 persen diantaranya beras, gula, minyak goreng, cabe merah maupun hijau, bawang merah dan putih, telor, kacang ijo dan sebagainya.

Pihaknya tidak dapat melakukan intervensi harga kepada semua pedagang agar tidak menaikkan harga barang seenaknya. Semua itu, kata dia, dikembalikan sepenuhnya pada mekanisme pasar.

“Naik atau tidaknya harga tergantung dari persediaan barang yang ada. Apabila stok menipis bahkan berkurang. Sementara permintaan terus meningkat, secara otomatis pedagang akan menaikkan harga itu. Kami tidak bisa mengintervensi pedagang dan semua itu kami serahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar yang ada,” ujarnya.

Dirinya memprediksikan harga sembako disejumlah pasar dalam bulan puasa ini dan menjelang lebaran akan mengalami lonjakan hingga 50 persen dari harga normal.

“Kondisi ini lebih disebabkan akibat dari tingginya permintaan masyarakat menjelang Lebaran nanti,” pungkasnya.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com