Bawang Kini Bikin Meringis

 203 total views,  2 views today

bawang

Ilst Bawang

PALEMBANG, KS-Di tengah kebutuhan masyarakat bertambah saat ramadhan, hampir semua komoditas, harganya naik paska kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Kondisi ini, tak terkecuali pada bawang. Harga bawang pun, kini bikin masyarakat meringis. Bagaimana tidak, harga bawang di pasar tradisional di Palembang mencapai Rp60 per kilogram (kg).

Kondisi ini tidak hanya dikeluhkan masyarakat, tetapi juga pedagang bawang di pasar tradisional. Atok, salah satu pedagang bawang di Pasar Lemabang, misalnya. Ia mengaku, harga bawang kini terus mengalami kenaikan.

“Akibat kenaikan itu, omzet penjualan kami menurun drastis. Penurunannya, bisa mencapai 40-50 persen. Biasanya satu orang warga, biasa membeli bawang putih sebanyak 1 kg setiap pembelian, saat ini hanya setengah kg saja,” keluhnya ketika dibincangi, Jumat (12/7).

Untuk mensiasati agar pelanggannya tetap ramai, Atok mengaku harus memilah kualitas bawang yang ia jual. Maksudnya antara bawang kecil dengan bawang besar, di bedakan sehingga harganyapun berbeda. “Untuk bawang merah besar, saya jual Rp60 ribu perkg. Sedangkan yang kecil Rp48 ribu per kg,” ungkapnya.

Kenaikan harga bawang itu kata Atok, sudah terjadi sejak Juni lalu. Kenaikannya bertahap. Awalnya harga bawang merah per kg Rp27 ribu sampai Rp38 ribu. Namun sekarang, mencapai Rp60 ribu.

Ia sendiri mengaku tak tahu, apa penyebab kenaikan harga bawang tersebut. Namun menurut agen jelas Atok, kenaikan itu diakibatkan kelangkaan stok. Selain itu, juga disebabkan ongkos kirim yang naik paska kenaikan harga BBM subsidi.

Sementara itu, salah seorang warga di kawasan Kertapati, Palembang, Yurdila mengatakan, dengan adanya kenaikkan pada harga bawang merah ini, mau tidak mau ia harus membatasi pembelian bawang.

“Untuk menghemat pengeluaran, terpaksa menguarngi konsumsi bawang. Ketika memasak di masuki sedikit-sedikit, yang kita pikirkan bukan hanya bawang saja, namun masih banyak lagi kebutuhan yang lainnya,”kata wanita yang bekerja di salah satu perusahaan swasta yang ada di Palembang ini.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri (PDN), Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Palembang, Yustianus menyebut, kenaikkan harga bawang merah itu disebabkan pasokan yang berkurang. Kondisi ini dipengaruhi, sedikitnya pasokan bawang lokal. Namun dalam minggu ini, ia yakin harga bawang bisa kembali turun karena ada pasokan dari bawang impor.

“Kami sudah mengecek ke agen bawang, ternyata mereka tidak ada pasokan. Kalau ternyata mereka ada stok, itu bisa kami lakukan operasi pasar (OP). Hal ini memang karena stok kurang, tetapi permintaan meningkat, karena itu kenaikan tidak terelakkan,”tukasnya.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor  : Dikcy Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster