266 total views,  2 views today

pakde-Kas

Kas Hartadi

Ditahan imbang Persela Lamongan 2-2 dikandang sendiri, Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, Kamis (11/7). Sebuah fakta yang menyesakkan mengingat SFC sempat tertinggal dan harus bersusah payah meraih satu poin atas Persela.

Apalagi dua gol yang diciptakan SFC ke gawang tim tamu, semua berasal dari tendangan pinalti yang dihadiahkan wasit kepada klub berjuluk Laskar Wong Kito di menit ke-20 dan 79. Sementara untuk Laskar Joko Tingkir menyarangkan bola ke gawang Rivky Mokodompit melalui kaki Mario Costas pada menit ke-60 dan 67 melalui proses serangan yang terproses dengan baik.

“Permainan anak-anak sungguh diluar instruksi yang saya inginkan. Tidak ada greget, motivasi memenangkan pertandingan. Ini jelas bukan karakter kita. Apalagi tampil di kandang,” ungkap Kas Hartadi.

Atas semua itu, Kas berharap dapat menjadi pelajaran berharga Erick Weeks Lewis Cs. Saat melawan Persepam Madura United pada Senin (15/7) mendatang di Stadion yang sama, Kas akan mencari motivasi untuk anak asuhnya agar dapat meraih poin. Bukan hanya satu poin, melainkan tiga poin sekaligus agar mampu mengejar target runner up.

“Tentu kita akan cari motivasi lagi bagaimana caranya pemain bisa bertanding dengan maksimal sehingga bisa raih 3 poin lawan Persepam nanti,” kata Kas.

Kas menilai, pertandingan kemarin adalah pertandingan yang bisa dikatakan sangat sulit. Tak ada jurus-jurus jitu ciri khas yang dikeluarkan tantan cs. Terlebih Kas mengaku tak ada instruksi darinya yang dijalankan anak asuhnya itu.

“Kemarin itu tidak ada greget, tidak ada motivasi dan zona marking tak berjalan dari menit awal sampai dengan menit 80. Menit 80 keatas baru pemain termotivasi tapi tetap tidak ada yang buahkan gol. Untuk itulah sepertinya pemain butuh motivasi lagi untuk hadapi lawan kedepan,” ujarnya.

Kas juga tak begitu paham apa yang membuat motivasi tim yang dikapteni Ponaryo Astaman itu menjadi lempeng. Jika karena bertandinga malam, Kas merasa itu bukanlah hal yang harus menjadi masalah atau karena Sriwijaya FC kelamaan libur usai diimbangi Pelita Bandung Raya, kas juga menepis hal tersebut.

“Saya pikir sama antara Persela dan Sriwijaya FC, tapi kenapa Persela mempunyai motivasi, kita kok gak ada motivasi. Jadi yang kita cari saat ini adalah motivasi untuk bangkitkan pemain,” timpal pelatih asal Solo berusia 42 tahun.

Meski terasa sedikit sakit, Kas meminta kepada para punggawa untuk cepat melupakan skor imbang itu karena masih ada target yang harus dicapai SFC dengan menjalani 7 laga lagi. Hari ini (kemarin) SFC diliburkan untuk masa recovey. Harapanpun masih dipegang penuh oleh ayah dari Eric Cantona ini.

“Sudahlah kita akan lupakan skor imbang itu karena walaupun diingat terus setiap hari tidak akan mengubahnya. Kita tinggal bagaimana caranya memotivasi lagi dilaga sisa. Lawan Madura, recovery dan motivasi yang kita cari. Tentu harapan dan peluang runner up masih ada karena kita hanya selisih beberapa poin dengan Persib,” tutup pelatih berjuluk Kijang Solo.

TEKS: SADAM MAULANA.EDITOR:RINALDI SYAHRIL.FOTO:BAGUS KS





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster