322 Desa Teraliri Listrik

 314 total views,  2 views today

 

MUARAENIM | KS-Program listrik masuk desa di Kabupaten Muaraenim hampir tuntas. Tercatat, dari 326 Desa yang ada di Kabupaten Muaraenim tersisa hanya empat Desa saja yang belum dialiri listrik.

“Berdasarkan persentasi jumlah listrik masuk desa ini sudah cukup baik. Yakni sudah mencapai 98 persen atau 322 dari 326 total jumlah desa yang ada,” tutur Kepala Bidang (Kabid) Pertambangan dan Energi Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), Kabupaten Muaraenim, Edi Erson, kepada Kabar Sumatera, Jumat (12/7).

Edi mengatakan, umumnya desa yang belum teraliri listrik ini merupakan desa yang cukup terpencil. Masing-masing Desa Babatan dan Desa Penindaian di Kecamatan Semende Darat Laut (SDL) serta Desa Pelakat dan Desa Danau Gerak di Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU).

“Namun, secara bertahap seluruh desa ini akan segera memiliki jaringan listrik yang memadai,” ujarnya.

Bahkan, sambungnya, untuk Desa Pelakat, dalam waktu dekat akan dimasuki jaringan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dari dana bantuan PT. Bukit Asam (Persero) Tbk dengan besaran 35 ribu Watt.

“Setiap tahun pemerintah selalu mengupayakan secara bertahap agar seluruh masyarakat dapat menikmati jaringan listrik,” terang Edi.

Salah seorang warga Desa Danau Gerak, Kalbadri (38), mengatakan pihaknya berharap agar daerah tempat tinggalnya tersebut dapat segera dialiri listrik. Sehingga, dapat menunjang beragam aktifitas warga. Khusunya pada malam hari.

“Kalau saat ini, ada daerah yang belum teraliri listrik sebenarnya sudah tidak wajar. Sebab, di tempat lain orang sudah berlomba-lomba dengan teknologi tapi kampung saya masih gelap gulita. Tentunya, ini akan membuat warga desa kami menjadi tertinggal,” terangnya.

Senada, warga lainnya, Effendi (45) menuturkan tidak adanya listrik tentunya sangat menghambat kemajuan warga desa, terutama, bagi para pelajar yang ingin mengulang pelajaran saat malam hari. Selain itu, karena belum teraliri listrik daerah mereka menjadi sangat sepi pada malam hari.

Untuk itu, kata Effendi dirinya berharap kepada pemerintah ataupun pihak lain seperti perusahaan yang ada di Kabupaten Muaraenim dapat segera mewujudkan keinginan mereka.

“Kami, sebagai warga desa ingin sekali bisa memiliki jaringan listrik permanen seperti daerah-derah lain. Apalagi sekarang kan jaman sudah maju tapi kampung kami masih tetap gelap,” ungkap dia.

 

Teks : SISWANTO

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster