Ramadhan, Pendapatan Pajak Menurun

 340 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS-Selama bulan ramadhan, tempat hiburan malam dilarang beroperasional selama satu bulan penuh. Sementara bagi pengusaha rumah makan dan restoran, dilarang membuka usahanya pada siang hari.

Kondisi ini menurut Kepala Bidang (Kabid) Penagihan dan Pembukuan, Dinas Pendapatan daerah (Dispenda) Kota Palembang, Syahril Awaluddin, berimbas pada pendapatan asli daerah (PAD) yang didapat dari retribusi dan pajak yang ditarik kepada usaha hiburan malam, restoran dan rumah makan.

Penurunannya kata Syahril, bervariasi antara 50 persen sampai 60 persen. “Penghitungan pajak kan berdasarkan omzet, jadi kalau tempat usaha tersebut tidak operasional otomatis pemasukannya tidak ada. Kalau hanya setengah hari saja, berarti hitungannya 50 persen. Kalau tutup total artinya, tidak ada pajak atau retribusi yang bisa ditarik,” kata Syahril dibincangi, Kamis (11/7) di ruang kerjanya.

Namun bisa saja ada pengusaha yang memanfaatkan keadaan itu, untuk mengelak membayar pajak. Misalnya ada pengusaha tempat hiburan, rumah makan dan restoran yang melapor tidak operasional selama satu bulan penuh padahal masih tetap beroperasi.

Karenanya agar itu tak terjadi, Dispenda membentuk tim. Tim inilah yang ditugaskan memantau tempat hiburan, rumah makan dan restoran apakah masih operasioanal atau benar-benar tidak operasional.  “Jika hasil pengawasan kita, ada pengusaha yang memanfaatkan kondisi ini untuk menghindari pajak maka akan kita berikan sanksi tegas,” ujarnya.

Syahril menjelaskan, Dispenda tahun ini dibebankan mengumpulkan PAD dari pajak tempat hiburan sebesar Rp7 miliar, restoran dan rumah makan Rp3 miliar. Dari target itu, untuk pajak tempat hiburan malam baru terealisasi 59,43 persen, sedangkan untuk restoran dan rumah makan terealisasi 55 persen.

“Pajak dari rumah makan dan restoran, penyumpang pendapatan ke empat terbesar untuk PAD Kota Palembang. Sedangkan pajak dari tempat hiburan, menyumbang pendapatan ke tujuh terbesar,” bebernya.

Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Palembang, Aris Saputra mengatakan larangan beroperasi bagi tempat hiburan malam selama satu ramadhan dan larangan beroperasi bagi rumah makan serta restoran pada siang hari selama ramadhan, berdasarkan surat edaran Wali Kota Palembang.

Larangan itu kata Aris, bertujuan untuk menjaga khusyuknya umat Islam menjalankan ibadah puasa. “Itu semua sudah menjadi ketentuan, dan harus di taati. Kalau kebijakan tersebut membawa pengaruh signifikan terhadap PAD, tapi itu kan sifatnya sementara,”tukasnya.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster