Pawai Ramadhan Ala Polsek Talang Ubi

 241 total views,  2 views today

Pawai-Ramadhan-ala

Foto : Indra/KS

PALI KS – Pawai menyambut ramadhan ternyata bukan hanya didominasi anak sekolah atau ormas islam semata. Jajaran polsek Talang Ubi tidak mau ketinggalan. Kali ini, para polisi itu melibatkan puluhan tukang ojek berpawai mengelilingi Talang Ubi menyambut bulan suci ramadhan.

AKP Zaian ZL yang baru sehari menjabat Kapolsek Talang Ubi langsung membuat gebrakan. Puluhan tukang ojek dengan mengendarai kendaraan “dinas” nya berduyun-duyun mendatangi Mapolsek Talang Ubi.

Dengan sabar para tukang ojek itu menunggu Kapolsek mereka yang baru untuk mendengar pengarahan. Pakaian yang sederhana dan kumal karena debu dengan hanya beralaskan sandal menjadi pandangan menarik. Sesekali mereka bercengkrama, jarang-jarang mereka. Berkumpul di kantor polisi.

Bahkan dengan bangganya mereka menyambut telepon dengan mengatakan saat ini sedang di polsek. “Iyaa… Nanti saja sekarang saya lagi ada urusan di polsek dipanggil kapolsek baru,” ujar salah satu pengojek kepada temannya melalui hape. Kontan saja, ucapannya menjadi tertawaan rekan-rekannya yang lain.

Pengendara yang melintas di depan mapolsek pun jadi melambat untuk mengetahui yang terjadi. “Ngapo ado demo apo?” Celetuk salah satu warga yang melintas.

Dengan tenang dan percaya diri, Zaian dihadapan para pengemudi “taksi motor” memperkenalkan dirinya. Zaian adalah putra asli Talang Ubi. “Saya tidak asing lagi dengan Talang Ubi, saya orang Rejosari” ujar alumni SMP Peris Talang Ubi ini.

Secara lembut tapi tegas, Zaian mengajak seluruh tukang ojek yang hadir agar bersama-sama kepolisian untuk saling membantu menciptakan situasi yang aman dan tertib. “Seharusnya bapak-bapak pakai helm. Tapi kali ini tak apalah, mulai besok ayo kita pakai helm dan kelengkapan lainnya. Mari kita jadikan diri kita contoh bagi masyarakat lain dalam hal terib berlalu lintas” tegas Zaian dengan penuh kebapakan.

Mendengar kapolres mereka adalah putra daerah sendiri, para pengojek mendengarkan dengan serius, meskipun mereka tidak tahu apakah akan diberi imbalan atau tidak tetapi dengan kompak mereka berteriak “Siap!!!” Saat ditanya kesediaanya untuk membantu polisi. Tidak ada raut keterpaksaan diwajah para pengojek. Pakaian sederhana dan tingkah lugu mereka di markas polisi itu menjadi kontras dengan suasana yang ada.

Kepada para pengojek, Kapolsek menjanjikan akan melakukan pembinaan kepada pengojek yang ada. “Kita akan bina bapak-bapak, nanti bikin paguyubannya setelah itu kita bersama-sama cari solusi agar bapak-bapak dapat bekerja dengan aman dan nyaman. Seperti asuransi, kelengkapan diri dan lain-lain. Yang terpenting kita bekerja sama mengamankan daerah kita” bujuk Zaian.

Pawai itu sendiri dimulai dari halaman Mapolsek Talang Ubi dilanjutkan ke Simpang Lima kemudian menuju Rejosari, Komperta, Pasar, Bayangkara dan kembali finish di halaman Mapolsek.

Zaian sendiri kepada Kabar Sumatera sebelum pawai menyatakan, pawai ini bertujuan untuk menghimbau masyarakat agar menjaga ketertiban dan kemanan bersama. Adapun isi himbauan dimaksud  yakni agar tidak membunyikan petasan.

“Ini karena dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Serta mengganggu umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah,” kata Zai’an.

Kedua, untuk keamanan kendaraan gunakan kunci ganda pada kendaraan bermotor pada saat parkir, ini untuk menghindari terjadinya pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Ketiga, pada saat akan meninggalkan rumah, pastikan pintu dan jendela rumah anda telah terkunci dengan baik. Dan pastikan listrik serta kompor telah dimatikan untuk menghindari kebakaran.

Keempat, jangan menggunakan perhiasan yang berlebihan saat bepergian, untuk menghindari penjambretan. Kelima, mintalah pengawalan polisi saat mengambil uang dengan jumlah banyak.

Keenam, jangan menggunakan pakaian yang mencolok yang dapat mengundang terjadinya pelecehan seksual atau tindak pidana korban perkosaan. Ketujuh, taati peraturan dan rambu-rambu lalu lintas agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas.

Kedelapan, waspada terhadap teroris!. “Apabila anda melihat dan mendengar hal yang mencurigakan di tempat anda, segera laporkan ke RT/ RW atau Kepala Desa/ Lurah atau kepada Kepolisian terdekat,” pesannya.tidak menyalakan petasan, memasang kunci ganda pada kendaraan, untuk mengunci pintu rumah saat bepergian, tidak memakai perhiasan mencolok, dan meminta pengawalan saat mengambil uang di bank.

“Pada dasarnya kita mengimbau masyarakat, namun dengan pendekatan yang berbeda. Tukang ojek itu tiap hari bertemu banyak orang, nah kita rangkul mereka untuk menyampaikan pesan” ujar perwira yang memulai karir dari bintara ini.

Kedepannya para pengojek akan dirangkul dan dibina baik dalam tertib lalu lintas maupun dalam menjaga keamanan warga. “Kita akan pikirkan, bila perlu nantinya kita kasi seragam,” tegas Zaian.

Guna menyukseskan kegiatan pawai sosialisasi program polisi ini, pihak kepolisian mengganti biaya bensin para pengojek. “Pokoknya kita kasi bensin, biar pengojek tidak rugi,” pungkasnya.

 

Teks/Foto : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster