Pasar Bedug Perunnas Mulai Diserbu

 278 total views,  2 views today

Pasar-Bedug-Wardoyo-03

PALEMBANG I KS – Hari pertama puasa, sejumlah pasar beduk di sejumlah wilayah di Kota Palembang di serbu warga tidak terkecuali Pasar Beduk di Lapangan Bola Prumnas Talang Kelapa, Kelurahaan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL), Palembang.

Berbagai jenis makanan disajikan untuk warga yang memburu makanan pembuka puasa yang hanya ada di bulan Ramadhan.

Ketua Panitia Pasar Bedung Perumnas Talang Kelapa, Rolan, kepada Kabar Sumatera, Rabu (10/7), mengatakan pasar bedug ini diadakan setiap bulan puasa  dan sudah berlangsung selama 5 tahun. Kagiatan ini bekerja sama dengan Rumah Makan Sinar Minang Perunnas Talang Kelapa, Kelurahan Talang Kelapa dan Kecamatan AAL.

“Pasar Bedug yang pertama dibuka langsung oleh H.Romi Herton Wakil Walikota Palembang,” kata Rolan, Rabu (10/7) kemarin, saat di berada di Pasar Bedug Talang Kelapa.

Rolan menambahkan, pasar bedug dihari pertama ini diramaikan oleh 48 pedagang  dan kemungkinan akan terus bertambah.

“Lapak di pasar murah ini dikatagorikan menjadi dua lapak dalam dan lapak luar,” kata Rolan.

Rolan menjelaskan, untuk lapak dalam dikenai pungutan sewa Rp 120.000 sedangkan diluar Rp 150.000, selama satu bulan. “Untuk perhari dibebankan biaya sebesar Rp 5000,” ucapnya.

Sementara itu, pemilik Rumah Makan Sinar Minang, Sidi Maryulis menambahkan, walaupun pasar bedug dekat rumah makan, namun dirinya  tidak merasa tersaingi bahkan bulan puasa ini omsetnya mengalami peningkatan.

“Bulan puasa ini omset mengalami peningkatan dan kami menjalin kerja sama dengan panitia pasar bedug ini dan sekaligus saya menjadi panitia disini,” kata Sidi Maryulis.

Tini, warga penjual lauk pauk di pasar bedug ketika dibincangi KS mengenai biaya yang dibebankan dari panitia mengatakan, dirinya tidak merasa keberatan karena harga sudah sesuai.

“Saya sudah mengikuti dari tahun pertama sampai tahun kelima ini, biasanya keuntungan mencapai empat puluh persen lebih dari modal kalau tahun ini kita belum tahu karena hari baru hari kesatu,” kata Tini.

Sementara itu penjual makanan di Pasar bedug, Suhada (44) menggelar pasar bedug ini dengan modal Rp 500 ribu. “Aku menjual pempek, bolu kukus, Srikaya dan bluder makan asli orang Palembang,” kata Suhada, saat dibincangi KS.

Suhada menambahkan, yang menjual makanan bluder disini ini aku sendiri, tetapi yang paling di minati kalau makanan yaitu Pempek.

 

TEKS  : WARDOYO

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster