Stop Penambangan Ilegal

 83 total views,  3 views today

HL-andalas-Tmbang-Ilegal

Warga Desa Serijabo, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir (OI)

INDERALAYA-KS-Warga Desa Serijabo, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir (OI), mendesak dinas terkait untuk mengentikan aktifitas penambangan pasir berupa galian C di Sungai Ogan, yang diduga ilegal.

Sebab dampak dari aktifitas penambangan tersebut, selain bibir sungai menjadi abrasi alias longsor karena pasir setiap hari diambil hingga semakin tipis lapisan tanahnya, juga polusi debu dijalanan akibat mobil mengangkut pasir yang setiap hari membawanya, mengganggu kesehatan masyarakat.

Tidak hanya itu saja, dampak dari penambangan, lingkungan menjadi rusak. ’’Inilah yang membuat kami sebagai warga Desa Srijabo meminta kepada Pemkab Ogan Ilir supaya menghentikan aktifitas penambangan pasir ini,’’ ujar Warga Desa Srijabo, Akmal didampingi  Jahani Ketua RT 05 Desa Srijabo, Rabu (10/7), kemarin.

Menurut Akmal, aktifitas penambangan pasir ini sudah berlangsung  4 hingga 5 tahun lalu. Ironisnya, dari data yang dilakukan mayoritas penambangan itu statusnya ilegal. ’’Hasil yang kami data ada 10 perusahaan penambangan, 2 diantaranya mempunyai izin, sedangkan selebihnya ilegal,’’ lanjut Akmal.

Jahani, Ketua RT 05 menambahkan, sampai saat ini pihak penambangan pasir, belum pernah ada koordinasi dengan ketua RT, alias izin dari RT. ’’Lihat sendiri Pak, dampak penambangan pasir tercatat ada 50 rumah penduduk yang berada dibantaran sungai terancam  ambruk akibat longsor, dan ini tinggal menunggu waktu saja bila ini dibiarkan,’’ sesalnya.

Masih kata Akmal dan Jahani, pihaknya sudah melaporkan masalah penambangan ini,  mulai dari kades, Camat, Dinas Pertambangan Pemkab OI sampai kepada Bupati OI, tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya.

’’Kami sudah melaporkan masalah tersebut  belum juga ada tanggapan,” lanjut Akmal sambil menunjukkan bukti tertulis pengaduan warga yang ditandatangani oleh 64 warga meminta agar penambangan pasir itu segera ditutup total.

Terpisah, Kadis Pertambangan Energi Dan Lingkungah Hidup Pemkab OI M Thahir R AP Msi didampingi Kabid Pertambangan Umum Febrianto mengakui, jika warga Desa Srijabo pernah melaporkan secara tertulis mengenai keluhan aktifitas penambangan pasir tersebut.

Menurut Thahir, dari data yang dimiliki penambangan pasir yang ada dikawasan Desa Srijabo hanya satu warga yang mempunyai Izin Usaha Penambangan (IUP) atas nama Mulyadi Abdullah, namun yang bersangkutan tidak lagi diperpanjanganya, karena sudah habis terhitung 12 Juni 2013 lalu.

“Artinya,  kalau sampai saat ini masih adanya aktifitas penambangan pasir,  berarti mereka semuanya illegal. Berarti masalah ini sudah menyangkut masalah pidana yakni pencurian,  jadi sebaiknya warga melaporkan masalah ini ke pihak berwajib,’’ saran Thahir.

Kecuali, sambungnya, jika perusahaan penambangan pasir itu masih mengantongi IUP, tentu  pengawasannya ada pada dinas Pertambangan. ’’Jadi silakan warga melaporkan masalah ini kepihak terkait, apalagi berdasarkan data yang kita miliki, tidak ada IUP yang kita keluarkan untuk penambangan pasir diwilayah Desa Serijabo, kecuali di wilayah Kecamatan Sungai Pinang, masih ada 5 perusahaan yang mengantongi IUP,’’ jelasnya.

Dilapangan terpantau, di lokasi Desa Serijabo,  cukup banyak aktifitas penambangan pasir  yang dilakukan warga, dengan cara menyedot pasir dengan kapasitas mesin besar.

 

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Sarono P Sasmito





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com