Harga Sembako Merangkak Naik

 101 total views,  2 views today

sembako

Ilst Sembako

PALEMBANG, KS-Pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, harga beberapa komoditi di sejumlah pasar tradisional di Palembang mengalami kenaikan signifikan. Apabila harga tetap di posisi sekarang hingga lebaran mendatang, diprediksi harga bisa terus meroket.

Pantauan yang dilakukan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Palembang di Pasar Cinde dan Pasar Lemabang menunjukkan kenaikan banyak terjadi pada komoditi sayur. Diantaranya cabe merah yang semula di harga Rp 35.000 per kg naik menjadi Rp 50.000 per kg.

“Kenaikan terjadi lantaran barang-barang ini, dipasok dari luar Palembang. Padahal paska kenaikan harga BBM subsidi,  biaya transportasi juga naik sehingga harga sayur-mayur itu otomatis ikut naik,” kata Kepala Disperindagkop Kota Palembang, Ibnu Rohim ketika dibincangi, kemarin di ruang kerjanya.

Tak hanya sayur-sayuran yang naik, harga beras juga menurutnya sudah naik. Sedangkan harga daging menurutnya, relatif stabil di harga Rp100 ribu per kg nya.

Agar harga berbagai komoditi ini tidak terus naik, masyarakat dihimbau tidak membeli secara berlebihan. Karena itu, akan mengurangi stok sehingga berpengaruh pada kenaikan harga.

Disperindagkop jelasnya, terus memantau harga dan stok berbagai komoditi tersebut. Kalau harga terus naik, Disperindagkop akan melakukan intervensi dengan menggelar operasi pasar (OP). Namun jika ada pedagang yang melakukan penimbunan,  Disperindagkop akan mengambil tindakan tegas. Disperindagkop akan akan bekerjasama dengan kepolisian, dan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DP2K) untuk mengantisipasinya.

“Kalau pedagang sebelumnya hanya menyetok beras sebanyak 11 ton untuk kebutuhan tiga bulan tapi berubah menjadi 20 ton tentu akan kita tindak, karena sudah ada indikasi penimbunan,”tegasnya.

Sementara itu, sebelumnya Kepala DP2K Kota Palembang Sudirman Tegoeh memprediksi, jika harga daging sapi saat ini Rp100.000 per kg tetap bertahan selama ramadan, bisa saja nanti menembus harga Rp130.000 per kg.

Hal ini menyusul pembatasan daging impor, yang berdampak adanya pengurangan pemotongan sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Gandus. Adapun untuk pasokan daging, hanya mampu disediakan 8,4 ton perhari dari sebelumnya 11 ton sampai 12 ton perhari.

“Berbeda dengan tahun lalu, biasanya harga daging paling tinggi saat menjelang lebaran Rp100 ribu per kg. Saat ini kenaikan sudah terjadi sebelum ramadhan. Ada kemungkinan kenaikan terus terjadi hingga hari raya. Kita prediksi saat hari raya nanti,  harga daging bisa mencapai Rp130 ribu per kg,”tukasnya.

Teks : Alam Trie Putra

Editor    : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster