Akibat Travel Gelap Penumpang Menyusut 35 Persen

 65 total views,  3 views today

PALEMBANG, KS-Walau sudah sering ditertibkan, ternyata travel gelap di Palembang masih tetap marak. Travel plat hitam ini, memang lebih condong diminati masyarakat dibandingkan travel resmi karena kenyamanan yang lebih dibandingkan travel resmi.

Namun menurut Wakil Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumatera Selatan (Sumsel), Muhammad Yamin, kondisi itu menyebabkan pengusaha travel di kota empek-empek merugi.

Sebab jumlah penumpang menyusut antara 25 persen sampai 35 persen. “Pengusaha travel sangat mengeluhkan, maraknya travel gelap di Palembang. Jumlah penumpang terus menyusut, bahkan bisa mencapai 35 persen,” kata Yamin dibincangi, kemarin di ruang kerjanya.

Saat ini jelas Yamin, dalam satu hari pengusaha travel biasa memberangkan dua kali armadanya. Biasanya, setiap kali berangkat penumpang penuh. “Travel biasanya penuh terus sebelum maraknya travel gelap, tetapi sekarang berkurang biasanya ada 11 penumpang kini menjadi hanya 7 atau 8 penumpang saja. Sepinya penumpang ini, sejak Terminal Karya Jaya sepi,” ujarnya.

Menurut Yamin, setalah penumpang semakin sepi banyak travel yang tidak memperpanjang trayeknya tetapi malah ikut-ikutan menjadikan mobilnya sebagai travel gelap juga.“Misalnya ada beberapa PO jurusan ke Muara Enim tidak memperpanjang trayek, karena banyak penumpang ke travel gelap dan dia juga ikut-ikutan,” ungkapnya.

Travel gelap memang sebut Yamin, lebih menguntungkan dibandingkan travel resmi. Sebab tidak banyak persyaratan yang perlu di urus. Travel resmi misalnya jelas Yamin, harus membayar trayek dan sopir mobil, retribusi. SK trayek tiap 5 tahun harus diperbarui. Sementara travel gelap tidak perlu. Seharusnya Jasa Raharja, tidak memberikan klaim asuransi terhadap angkutan plat hitam yang mengangkut orang karena secara tidak langsung Organda yang membesarkan Jasa Raharja,”ujarnya.

Maraknya travel gelap ini, membuat pengusaha hanya bisa mengeluh dan Organda juga tidak bisa berbuat banyak. Harusnya Dinas Perhubungan (dishub) dan kepolisian lah, yang bertindak tegas menegakkan aturan.

“Di satu sisi, kita tidak bisa menyalahkan angkutan gelap tersebut karena mereka juga memiliki hak hidup. Tetapi disisi lain, aturan harus disertai penindakan dan penegaak hukum agar tidak sampai melenceng jauh,”tukasnya.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com