Pasca Kenaikan BBM , Tak Menguranggi Antrian Panjang

 151 total views,  4 views today

HL-andalas

Ilustrasi Jalan

PAGARALAM, KS—Pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh Pemerintah Pusat beberapa waktu lalu, dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 untuk jenis premium, antrian panjang tetap terlihat disejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Pagaralam.

Hal tersebut membuat sejumlah warga kecewa, padahal harga sudah naik tetapi masih susah didapatkan.

Heri (41), sopir angkutan kota jurusan pasar Pagaralam-Terminal Nendagung mengatakan, sejak pagi hingga sore, antrian panjang terjadi baik kendaraan roda dua maupun roda empat di SPBU Simpang Manna membuat sejumlah pengendara kecewa.

“Padahal minyak sudah naik, tapi untuk mendapatkannya tergolong sulit. Saya sudah mengantri sejak pagi pukul 07.00 WIB. Sementara untuk mencari penumpang sudah tidak bisa lagi, terkadang antrian panjang pun tak sempat kebagian BBM, karena pasokan yang ada sudah habis,” keluhnya.

Ia mengatakan, meskipun harga BBM sudah naik, tetapi antrian panjang tidak mengalami perubahan atau masih sulit mendapatkan BBM di SPBU. Sebab itu menurutnya mesti antri sejak pagi agar tidak terlalu lama dan kebagian BBM.

“Ironisnya lagi, sudah antri berjam-jam justru tidak kebagian BBM. Sementara penghasilan angkutan biasanya berkisar Rp 150 ribu per hari, tapi sekarang untuk mendapatkan Rp 100 ribu saja sudah sulit,” sebutnya.

Senada diungkapkan Hengki Basun (36) warga Bedeng 14, Kelurahan Tebat Giri Indah, Kecamatan Pagaralam Selatan, meskipun harga BBM sudah naik, sejumlah warga tetap saja kesulitan untuk membeli bensin.

“Kita harus antri hingga berjam-jam, jika tidak ingin membeli di tingkat eceran dengan harga Rp. 8.000 hingga Rp 8.500 per liter,” kata Hengki sewot.

Sementara itu, pengelola SPBU Simpang Manna, Epi, menngungkapkan, pihaknya mendapatkan pasokan BBM dari tingkat Pertamina sekitar 30 ribu liter per hari. Sementara para pengendara yang ada diduga ada yang melakukan pengisihan beberapa kali. Selain itu juga, kondisi ini tergantung dengan modal yang pihaknya miliki. Sementara jumlah kendaraan yang ada di Pagaralam kian hari  semakin bertambah.

“Saat ini kami terkendala modal yang dimilki, padahal kebutuhan BBM di Pagaralam tergolong cukup banyak.  Jika pasokan BBM dari pertamina ditambah, dipastikan kebutuhan di Pagaralam dapat terpenuhi,” katanya.

Pantauan Kabar Sumatera, Selasa (9/7), sejumlah SPBU di Kota Pagaralam mengalami antrian cukup panjang hingga mencapai 1 KM diantaranya, SPBU Simpang Manna, Kelurahan Ulu Rurah, Kecamatan Pagaralam Selatan. Kemudian  SPBU Simpang Macang, Kelurahan Karang Dalo, Kecamatan Dempo Tengah dan SPBU Perandonan, Kelurahan Slibar Pagaralam Utara.

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster