Tanda Rambu Satu Arah Tak Berfungsi

 244 total views,  2 views today

Rambu-larangan-melintas-sama-sekali-tidak-difungsikan.-Sementara-petugas-yang-ada,-seolah-membiarkan-hal-itu-terjadi

Rambu Larangan Melintas sama sekali tidak difungsikan sementara petugas yang ada seolah membioarkan hal itu terjadi | Antoni KS

PAGARALAM, KS—Setiap menjelang bulan Suci Ramadhan, kondisi arus lalu lintas di sejumlah pasar yang ada di Pagaralam kerap mengalami kemacetan. Bahkan ada beberapa ruas jalan yang sudah dipasang rambu jalur satu arah pun dilalui pengendara menjadi jalur dua arah.

Ironisnya, tidak ada satupun petugas yang melakukan penertiban hingga menindak pengemudi yang tidak menaati di jalur satu arah tersebut.

Umar Bajeber, warga jalan Gunung Dempo, Kecamatan Pagaralam Utara menuturkan, tingkat kesemerawutan lalu lintas dalam kota sudah tidak bisa dikatakan lagi. Mengingat tingkat kesadaran para pengendara sudah tidak mengindahkan peraturan yang ada. Tentunya hal ini dibutuhkan kinerja maksimal dari instansi terkait.

“Diminta adanya partisipasi masyarakat dalam mewujudkan kenyamanan dan keamanan dalam berlalu lintas. Sedangkan peranan petugas dilapangan jangan tebang pilih dalam menerapkan proses penertiban hingga penindakan,” kata  Umar, kepada Kabar Sumatera, kemarin (8/7).

Senada dikatakan Joko (45), warga Tebat Giri Indah. Kesemrawutan dan kemacetan  di sepanjang Jalan Sersan Ali Aras memang sudah menjadi langganan. Apalagi menjelang bulan Ramadhan, sejumlah pedagang maupun angkutan bongkar muat ramai melakukan aktivitasnya hingga ke badan jalan tanpa harus memperhatikan kondisi yang ada.

“Ketika siang menjelang sore hari, sejumlah pedagang ramai menjajakan dagangan hingga kebadan jalan. Ditambah lagi angkutan barang dengan bebasnya melakukan bongkar muat tanpa memperdulikan keadan sekitar,” kata Joko.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kota Pagaralam, Drs H Agustiar Effendi, pihaknya sejauh ini telah menerapkan larangan kepada seluruh kendaraan Angkutan Desa (Angdes) dan Angkutan Kota (Angkot) maupun angkutan bongkar muat barang serta bis untuk tidak menaikan dan menurunkan penumpang maupun barang disembarang tempat yang berada dalam kota.

Ia mengatakan, penerapan peraturan ini dilakukan guna mengatasi kesemerawutan kota mengingat kondisi  yang ada kian hari semakin memprihatinkan. Arus lalu lintas (Lalin) di sejumlah jalan utama maupun jalan protokol, dalam hal ini kawasan Pasar Dempo Permai hingga pasar Eks Seghepat Seghendi  terlihat semrawut.

Hal itu kerap menimbulkan kemacetan akibat banyak kendaraan barang maupun angkot/angdes yang menurunkan penumpang tanpa mengindahkan lagi ketentuan yang ada.

“Kita menerapkan jadwal larangn tersebut mulai pukul 06.00-17.00 WIB, setelah itu angktan baru beleh melakukan aktivitasnya. Cara ini kita lakukan guna mengoptimalkan fungsi terminal yang ada, sesuai dengan acuan Peraturan Daerah (Perda) No.10/2003 tentang pengaturan lalu lintas dan trayek lintasan angkutan umum dalam Kota Pagaralam,” terangnya.

Sejauh ini, kata dia,  pelaksanaan kegiatan ini dilakukan guna memperketat pengawasan  di sejumlah titik jalan agar tingkat kesadaran  para sopir dapat memberdayakan fungsi terminal yang ada

“Adapun terminal yang mesti difungsikan kembali diantaranya, Terminal Perandonan Kecamatan Pagaralam Utara dan Terminal Induk Nendagung Kota Pagaralam. Diharapkan kepada sejumlah sopir angktan untuk dapat memberdayakan terminal yang ada berikut mendukung proses penataan lalu lintas dalam kota. Sehingga kenyamanan dan ketertiban dapat terwujud, tentunya dapat kita rasakan bersama,” harapnya.

Penulis : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster