Masyarakat Dihimbau tak Beri Sedekah

 343 total views,  2 views today

sedekah

Ilst. yusufmansur.com

PALEMBANG, KS-Himpunan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palembang, menghimbau kepada masyarakat Kota Palembang untuk tidak memberikan sedekah kepada anak jalanan (anjal), gepeng maupun pengemis.

Karena menurut Ketua MUI Kota Palembang, Saim Marhadan, mereka disinyalir di koordinir oleh oknum-oknum tertentu yang mencari keuntungan. Biasanya kata Marhadan mendekati bulan suci ramadhan, jumlah anjal, gepeng dan pengemis meningkat.

Kalau pun mau bersedekah himbau Marhadan, sebaiknya di tempat yang resmi. “Misalnya di masjid, yayasan yatim piatu, atau tempat penyaluran zakat resmi lainnya. Sebenarnya boleh saja memberikan anjal, gepeng atau pengemis sedekah. Namun mereka itu, sering hanya dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mengeruk keuntungan,” kata Marhadan dibincangi, Senin (8/7).

Selain itu sambung Marhadan, anjal ini ketika mereka memiliki uang, biasanya di manfaatkan untuk yang tidak benar. Misalnya membeli aibon untuk di hisap, dan banyak lagi yang negatif lainnya.

“Pernah saya mendengar, ada sebagian ulama yang mengharamkan apabila kita memberi sedekah kepada anjal, pengemis dan gepeng di jalan. Karena mereka itu di jadikan sebagai kesempatan, apalagi menjelang puasa. Karena mereka berpikiran bahwa pas puasa datang orang muslim berlomba-lomba melakukan sedekah, maka dari itulah mereka menjamur,”ucapnya.

Memang sebut Marhadan, uang yang diberikan kepada anjal, pengemis dan gepeng itu tidak seberapa. Namun pemanfaatan sedekah yang diberikan tersebut itu tegas Marhadan, banyak mudarat dibandingkan manfaatnya.

“Memberi sedekah kepada pengemis, anjal dan gepeng itu, juga menjadikan mereka manja karena mendapatkan uang dengan jalan mudah. Karenanya, sebaiknya jangan diberikan sedekah kepada mereka,” ujarnya.

Sebelumnya Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Palembang, Aris Saputra mengatakan, Pol PP akan memberikan sanksi kurungan selama satu bulan kepada anjal, pengemis dan gepeng yang kedapatan berkeliaran meminta pamrih di jalanan selama bulan suci ramadhan.

“Kita minta Dinas Sosial (dinsos), bertindak tegas.  Jika ada anjal yang tertangkap, jangan di keluarkan selama rhamadan untuk memberikan efek jera bagi mereka termasuk anak punk,”imbuhnya.

Pol PP jelas Aris, akan mengintensifkan patroli selama ramadhan untuk memberikan kenyaman umat muslim menjalankan ibadah puasa. Selain itu, persimpangan traffic light juga akan dijaga ketat. “Patroli akan di intensifkan dari dua patroli sehari, menjadi sembilan kali patroli hingga pukul 21.00 WIB dengan satu patroli terdiri 10 personil,”tukasnya.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster