Heboh, Sumur Warga Keluarkan Bensin

 240 total views,  4 views today

sumur-bensin

Warga Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin mendadak heboh. Ratusan warga berduyun-duyun mendatangi rumah milik Junaidi (40), untuk melihat dari dekat sumur yang tiba-tiba berisi bensin | Indra KS

PALI | KS-Warga Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Sungai Keruh,  Kabupaten Musi Banyuasin mendadak heboh. Ratusan warga berduyun-duyun mendatangi rumah milik Junaidi (40), untuk melihat dari dekat sumur yang tiba-tiba berisi bensin.

Kepada Kabar Sumatera, Junaidi, pemilik rumah menuturkan, ia bermaksud ingin menimba air disumur miliknya. Namun ia menjadi kaget, setelah ember timbanya ternyata bukan berisi air, tetapi bensin.

“Saya langsung memberitahu tetangganya dan sangat cepat menyebar keseluruh pelosok desa.  Bahkan warga Desa Jirak yang bersebelahan dengan desanya banyak yang datang ingin melihat,” ungkapnya..

Menurut Junaidi, sumur itu sudah lama digali kakeknya.  Dan selama puluhan tahun dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Keanehan mulai muncul sejak empat tahun terakhir,  sumurnya memang sudah berbau. “Sudah empat tahun terakhir, sumur kami berbau minyak dan berlinang seperti mengandung minyak,” ujarnya kepada KS.

Puncaknya adalah pada Minggu (7/6) yang lalu. Ketika Junaidi bermaksud mengambil air, ternyata timbanya berisi minyak. Oleh Junaidi, minyak itu dikumpulkannya dan sampai saat ini sudah terkumpul setengah drum.

Pengamatan Kabar Sumatera, minyak yang diambil dari sumur itu mengeluarkan bau bensin dan minyak tanah. Saat KS mencoba menyentuhnya dengan jari, minyak itu terasa dingin tapi baunya tidak lengket. Setelah didiamkan beberapa saat, bau minyak itu tidak membekas lagi ditangan. “Penguapannya memang tinggi pak, cepat ilang,” timpal Junaidi.

Beberapa warga ada yang mencoba menuangkan minyak tersebut kedalam tangki sepeda motor miliknya. Motor warga itupun menyala dengan normal tanpa gangguan berarti.

Saat KS menyambangi lokasi sumur itu, belum ada tindakan pengamanan dari aparat.

Suherman, Kades Jembatan Gantung, mengatakan, Camat Sungai Keruh sudah mendatangi lokasi “Pak Camat sudah datang dan mengambil sampel minyaknya,” ujar kades Suherman.

KS hanya mendapati tulisan “Larangan Merokok dan Menyalakan Api” yang diprint komputer. Dibawah tulisan itu tertulis nama Margono Ketua LSM Front Demokrasi Rakyat Sungai Keruh.

Margono yang didampingi Direktur Program Sudirman mengakui tulisan itu mereka yang mengeluarkannya. Menurut Margono, hal ini untuk mencegah terjadi kebakaran. Apalagi lokasi sumur berada ditengah dua rumah kayu.

Margono juga mengungkapkan keheranannya terhadap kejadian ini. Sebab meskipun daerah Jirak sudah terkenal dengan ladang minyak, tetapi lokasi pengeboran minyak jauh dari desanya. “Paling dekat jaraknya 1 km, itupun jalur pipa,” sela Margono

Keheranan serupa diungkap Sudirman. Menurut dia, kalau minyak itu rembesan dari tanah tentunya sungai yang berada didekat sumur tentu tercemar. “Jarak sumur dengan sungai cuma 5 meter, masa tidak kena,” ujar Sudirman.

Selain itu, sumur bor dan sumur gali yang ada didekat sumur milik Junaidi pun tidak mengalami apa-apa. “Ini keanehan pak. Kenapa cuma sumur milik Junaidi saja. Lagian yang keluar bukan minyak mentah tapi bensin,” tukas Sudirman.

Teks/Foto : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster