Harga Daging Sapi Tembus Rp. 120 Ribu

 314 total views,  2 views today

PAGARALAM | KS-Menyambut bulan suci Ramadhan 1434 H sejumlah bahan pokok mulai menunjukkan trend meningkat tak terkecuali dengan daging sapi di Kota Pagaralam Harga daging sapi mulai menggila.

Berdasarkan pantauan HU Kabar Sumatera di sejumlah pasar yang ada di Kota Pagaralam sudah mengalami tiga kali kenaikan harga.

Andri (33), pedagang daging sapi di pasar Induk Terminal

Nendagung saat dibincangi mengutarakan dalam satu hari harga daging mengalami tiga kali kenaikan “Tadi pagi kami menjual daging seharga Rp105ribu per Kg. Menjelang siang  hingga sore hari, harga daging sudah tembus Rp110 ribu sampai Rp120 ribu. Sementara sore hingga menjelang maghrib, harga kembali turun ke kisaran harga Rp105 ribu,”

“Pagi hari pembeli masih sepi, bahkan  tidak ada. Jadi, kami jual lebih rendah dari siang hari mengingat persedian daging masih banyak dan takut tidak habis. Sementara siang menjelang sore ramai pengunjung, hingga harga daging mencapai Rp. 110 hingga Rp 120 ribu per kilogramnya, Itupun tergantung persedian pasokan daging banyak atau tidak dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang ada,” terangnya.

Hal senada juga diutarakan Indariana, pedagang di pasar Eks Seghepat Seghendi seperti yang tahun-tahun yang lalu harga daging memang naik. Sedangkan para pembeli pun biasanya sangat ramai menjelang awal puasa seperti sekarang ini.

“Jika menginginkan harga lebih murah dan segar memang sebaiknya beli di pagi hari,” saranya.

Sementara itu, para pembeli menilai perbedaan harga itu akal-akalan pedagang. Namun, mereka mengakui baru sempat ke pasar di atas jam 11.00WIB,”Apalagi bagi para pegawai  yang bekerja sejak pagi,”tuturnya. Elfina, warga Griya Bangun Sejatera, Pagaralam Utara.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan melalui Kabid Peternakan Sukman didampingi Kasi Perdagangan Tajudin mengakui adanya perbedaan harga yang terjadi di pasaran. Kenaikan kemungkinan bisa saja terjadi mengingat harga bahan bakar minyak (BBM)sudah naik. Selain itu juga karena tingkat konsumsi daging sapi  di Pagaralam juga cukup tinggi. Namun, ia mengatakan soal harga pihaknya tidak bisa menentukan karena itu bukan wewenangnya.

“Mengenai harga itu bukan wewenang kami, karena kami sebatas mengawasi stok daging termasuk pemotongan hingga didistribusikan ke pasar,” ujarnya.

Hal serupa dikatakan Kepala Disperindagkop UKM, Ahmadi Damrah SE MM melalui Kasi Perlindungan Konsumen, Nasrullah Hanif mengatakan,  soal harga yang berubah itu tergantung mekanisme pasar. “Kita hanya monitoring saja, sedangkan situasi di lapangan bisa saja terjadi adanya perubahan

harga,” ujarnya singkat.

 

TEKS : ANTONI STEFEN

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster