Harga Daging Diprediksi Capai Rp130 Ribu

 272 total views,  2 views today

Meroket-Harga-daging-di-sejumlah-pasar-Pagaralam,-tembus-Rp.-110-ribu

Harga daging di Sejumlah Pasar Mulai Meroket | Dok KS

PALEMBANG, KS-Kenaikan harga daging di level harga Rp 105 ribu perkilogram (kg) menjelang ramadhan, diprediksi bakal membuat harga daging pada hari raya Idul Fitri 1324 hijiriyah mendatang bisa mencapai Rp130 ribu per kg.

“Kalau tahun lalu harga daging tertinggi terjadi saat menjelang lebaran Rp100 ribu perkg, ini kenaikan sudah terjadi sebelum rahamadan. Ada kemungkinan kenaikan akan terjadi lagi, saat hari raya Idul Fitri mendatang. Harganya bisa mencapai Rp130 ribu per kg,” kata Kepala Dinas Perikanan, Pertanian dan Kehutanan (DP2K) Kota Palembang, Sudirman Tegoeh dibincangi di Balai Kota Palembang, Senin (8/7).

Menurutnya, salah satu faktor pemicu kenaikan harga daging adalah tingginya tingkat konsumsi masyarakat terhadap daging menjelang ramadhan dan Idul Fitri. Selain itu, aksi borong juga bisa menyebabkan harga daging melonjak.

Meskipun harga daging melonjak, namum Sudirman menghimbau masyarakat tidak membeli daging yang di jual murah di luar tempat penjualan resmi. “Jangan beli daging dilapak tumbuh atau dadakan, karena ada indikasi daging yang dijual bisa jadi daging campuran selain dari daging sapi,”ujarnya.

Untuk mengantisipasi ini Sudirman mengatakan, DP2K akan membentuk satuan tugas (satgas). Satgas inilah yang akan bertugas memantau, ada atau tidaknya penjualan daging oplosan maupun daging gelonggongan.

Sedangkan untuk mencukupi kebutuhan daging di sejumlah pasar tradisional, DP2K aku Sudirman, mengalami kesulitan. Sebab pemerintah masih membatasi masuknya daging impor, sehingga berdampak adanya pengurangan pemotongan sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) di Palembang. “Saat ini kita hanya mampu menyediakan daging 8,4 ton perhari dari sebelumnya 11-12 ton perhari,”ujarnya.

Sebelumnya Sudirman mengatakan, kebutuhan daging sapi segar di Palembang menjelang ramadhan meningkat. Namun DP2K, kesulitan memenuhinya karena stok daging yang semakin menipis.

Jumlah daging yang dipotong di RPH Gandus sebelumnya setiap hari,  dipotong sebanyak 55-60 sapi per hari kini menurun jadi 45 ekor per hari. “Saat ini stok daging untuk memasok pasar tradisional mulai menurun hingga 4 kg perhari,” sebutnya.

Ia menerangkan, kebutuhan daging segar di Palembang sebanyak 12 ton tiap hari. Namun, karena mulai menipisnya sapi di Sumsel, daging hanya mampu dipasok sebanyak 8 ton per hari.

“Peternak sudah mencari hingga Jawa, Lampung bahkan sampai Nusa Tenggara Timur). Itu pun peternak biasanya hanya ada 3-6 ekor sapi.  Kalau di Sumsel, sudah tidak ada lagi, sulit mencari sapi,” imbuhnya.

Salah satu solusi mengatasi kebutuhan sapi ini, kata Sudirman, adalah dengan memotong kerbau. “Sudah 5 kerbau dipotong. Kerbau ini kami datangkan dari Pampangan, Kabupaten OKI. Kalau dibutuhkan, akan didatangkan lagi,” tukasnya.

Teks    : Alam Trie Putra
Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster