Rivky Siap Ambil Risiko

 527 total views,  2 views today

Rivky-Siap-Ambil-Resiko-(1)

Rivky Mokodompit

PALEMBANG | KS-Mendapat panggilan timnas Indonesia bagi seluruh pemain sepakbola tanah air merupakan sebuah kebanggaan. Diakui performa bersama klub yang dibela dengan ganjaran seragam timnas merah putih berlogo Garuda di dada.

Itulah yang kini dirasakan penjaga gawang Sriwijaya FC (SFC), Rivky Mokodompit yang mendapat panggilan timnas Indonesia guna meladeni Arsenal dalam laga persahatan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (14/7) mendatang.

Panggilan timnas senior yang merupakan kali pertama baginya, jelas merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Mengingat persaingan terpilih sebagai penjaga gawang timnas Indonesia bukanlah perkara gampang. Karena harus bersaing dengan puluhan kiper kelas wahid yang beredar di kompetisi Indonesia Super League (ISL) maupun Indonesia Premier League (IPL).

“Mendapat panggilan pertama memperkuat timnas senior Indonesia jelas menjadi sebuah kebanggaan bagi saya. Ini merupakan pembuktian atas kualitas yang saya miliki,” ungkap Rivky.

Meski demikian, Rivky bukannya tanpa masalah. Sadar tenaganya juga tengah dibutuhkan klubnya yang bakal bertanding melawan Persepam Madura United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, satu hari setelahnya membuat sang pemain sedikit dilema.

Terlebih klub juga merasa berat melepasnya karena kiper lain, Ferry Rotinsulu kondisinya tengah diragukan fit dan dapat diturunkan selama 90 menit penuh. Sementara penjaga gawang ketiga, Andi Irawan kemampuannya belum teruji. Karenanya, Rivky sangat diharapkan manajemen agar memikirkan hal tersebut.

“Saya sadar betul jika klub juga tengah membutuhkan tenaga saya. Tapi mendapat panggilan timnas dengan Arsenal sebagai lawan, itu sangat spesial dan merupakan kesempatan yang langkah,” ujar pemain asal Bolaangmongondow.

Demi mensiasati itu, Rivky berharap manajemen SFC tetap memberikan izin. Sebagai konsekuensi, dia mengaku siap mengambil resiko dengan melakoni dua pertandingan beruntun, melawan Arsenal dan Persepam di level klub.

Baginya hal tersebut tidaklah masalah dan mempengaruhi kondisi kebugarannya. Apalagi saat melawan Arsenal dia belum tentu diturunkan. Dan posisinya yang sebagai kiper juga tidak akan terlalu menguras tenaga.

“Saya sanggup mengambil resiko. Dua pertandingan beruntun saya sanggupi karena ini merupakan sebuah kebanggaan bagi saya. Lagipula kondisi saya memang tengah bugar, apalagi ketika melawan Persela, Kamis (11/7) saya absen akibat akumulasi kartu kuning,” terang pemain berusia 25 tahun tersebut.

Sementara Manajer SFC, Robert Heri mengatakan panggilan terhadap Rivky diibaratkan bak dua sisi mata uang. Disatu sisi timnya senang karena pemain mendapat panggilan timnas, sementara disisi lainnya dapat berdampak buruk terhadap tim yang saat ini tengah membutuhkan tenaganya yang merupakan satu-satunya kiper mumpuni dengan kondisi kebugaran prima.

“Yang jelas kita senang namun juga berat melepasnya. Walaupun dia merasa sanggup melakoni dua pertandingan beruntun, namun itu tetap akan riskan karena berbagai hal. Lagipula partai melawan Arsenal tidaklah resmi dan hanya bersifat eksebisi. Kita harap dia memikirkan itu,” kata Robert.

Meski demikian, Robert mengungkapkan tak sepenuhnya akan langsung melarang. Sebagai langkah kebijakan baru akan diambil setelah melakukan rapat manajemen bersama jajaran pelatih.

“Setelah menemukan keputusan, baru akan kita tentukan apakah bakal melepas Rivky ke timnas atau tidak. Selain tentunya melihat perkembangan Ferry. Apakah dapat bermain penuh atau tidak yang tentunya juga akan terlihat setelah melawan Persela,” terangnya.

Sebagai informasi, Rivky yang mendapat panggilan timnas bukanlah satu-satunya pemain dari kubu SFC. Selain Rivky, ada nama Ahmad Jufrianto yang mendapat panggilan kedua sejak timnas dibesut pelatih Jacksen F. Thiago.
TEKS: SADAM MAULANA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster