Angkutan Umum Dilarang Naikkan Tarif

 323 total views,  2 views today

angkot

Ilustrasi Angkutan Kota Palembang | Dok KS

PALEMBANG, KS-Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, telah menetapkan kenaikan tarif angkutan umum di Kota palemabng pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Namun sampai saat ini, ternyata belum ada belum ada edaran resmi dari Dinas Perhubungan (Dishub) terkait kenaikan tarif angkutan umum itu.

Sebelum adanya surat edaran resmi itu, awak angkutan umum diminta belum boleh menaikkan tarif angkutan kepada penumpangnya. “Stiker kenaikan tarif angkutan umum, sedang kami selesaikan pembuatannya. Kami menghimbau semua sopir angkutan kota (angkot) dan bus kota, jangan dulu menaikkan tarif angkutannya. Setelah ada edaran itu, penyesuaian tarif baru boleh dilakukan,” kata Kepala Bidang Transportasi Darat Jalan dan Rel, Dishub Palembang, Agus Supriyanto ketika dibincangi, kemarin

Namun himbauan Dishub ini, nampaknya tidak dipedulikan awak angkutan umum. Sebelum kenaikan tarif angkutan ditetapkan saja, angkutan umum  di Palembang sudah menyesuaikan kenaikan tarif dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Pantauan Kabar Sumatera, Minggu (7/7), awak angkutan umum di Kota Palembang membuat aturan sendiri. Mereka menarik tarif dari penumpang, sesuai dengan selera masing-masing.

“Kalau harus menunggu, ada edaran kenaikan tarif angkutan umum dari Dishub baru boleh menaikkan tarif tentu kami rugi. Harga BBM sudah naik, masa kami tidak boleh menaikkan tarif angkutan umum,” kata Iwan, sopir angkot Ampera-Plaju yang dibincangi Kabar Sumatera.

Iwan mengaku, sampai saat ini ia belum menerima stiker yang berisikan ketentuan tarif baru angkutan umum di Palembang tersebut. Stiker yang juga menjadi surat edaran resmi, untuk kenaikan tarif angkutan umum ini kata Iwan sampai saat belum juga disebarkan oleh Dishub padahal kenaikan harga BBM sudah satu bulan. “Mana bisa kalau harus lama-lama, sekarang sudah hampir sebulan. Bisa rugi kalau terus menunggu stiker, terpaksa dinaikkan langsung,”ucapnya.

Iwan mengakui memang ada beberapa penumpang yang masih bertanya apa tarif sudah naik atau belum, terlebih karena belum ada edaran resmi tersebut. Meski belum bisa menunjukkan stiker kenaikan tarif, tetapi tetap saja dia memaksa penumpang agar membayar sesuai ketentuannya. “Selama ini tarif penumpang rata-rata Rp 2500, kami menilai dengan kenaikan Rp500 itu tidak akan membuat penumpang kaget,”katanya.

Hal senada juga disampaikan sopir lainnya, Rahman. Menurutnya, hampir semua sopir angkutan umum sudah menaikkan tarif. Umumnya tarif yang dikenakan pada penumpang adalah untuk pelajar Rp2000, dan penumpang umum jauh dekat Rp3000.

“Susah kalau harus menunggu, pemerintah yang seharusnya bijak. Karena sudah tahu kalau BBM memang sudah naik, harusnya sudah lama rapat dan langsung buat edaran,” ungkap sopir angkot Ampera-Lemabang ini.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster