M Nurhidayatullah : Belajar Sendiri Lebih Fokus

 316 total views,  2 views today

Adit-(Paling-kiri-bersama-sejumlah-finalis-lainnya-(1)

Adit (Paling Kiri) bersama sejumlah Finalis Lainya

Semenjak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP),  Muhammad Nurhidayatullah Pascadh yang akrab dipanggil Adit, prestasi akademiknya sudah terlihat menonjol. Hampir setiap kali, Adit selalu masuk lima besar terbaik di sekolahnya. Sosok pelajar yang agak pemalu ini, mulai menebarkan prestasi ketika di Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kepada Darwin Effendi dari Harian Umum Kabar Sumatera, pelajar kelahiran Palembang,  9 April 1998 ini mengatakan, beberapa waktu lalu, tepatnya pada saat kenaikan kelas II, mendapatkan prestasi sebagai juara umum di sekolahnya.

Bukan hanya itu, putra dari pasangan Muhamad Nasir, M.Pd dan Nurjanah, S.Pd ini berhasil terpilih sebagai Putra-Putri Semanta untuk kategori Putra Inteligency tahun 2013 di SMAN 3 Palembang. Adit berhasil menyingkirkan delapan finalis dari ratusan peserta di sekolahnya.

Adit mengatakan, dalam perlombaan tersebut para finalis dikarantina selama dua minggu di sekolahnya dari pukul 10.00 WIB – 16.30 WIB. “Di karantina itu, berbagai tes harus dijalani oleh para finalis,” ujarnya.

Ditambahkannya, ada tiga kriteria yang menjadi penilaian para juri, yakni berbakat, prestasi, dan kepribadian. “Yang menjadi juri waktu itu, tiga orang guru dan  wakil kepala sekolah bidang kesiswaan,” tambahnya.

Ditanya tentang tes bakat, Adit mengatakan, pada saat tes semua finalis berbakat dalam artian bakat apa yang bisa ditampilkan oleh para finalis. Sedangkan prestasi dilihat dari pestasi apa yang pernah diterimanya. Untuk kepribadian, bagaimana para finalis memahami dan mamandang lomba ini yang pernah dilakukan sebelumnya, beber Adit yang juga hobi menulis cerpen ini.

Tak pernah menyangka bahwa Adit akan memenangi  lomba tersebut. Karena menurut Adit, jika melihat pesaingnya hebat dan pintar-pintar. Bahkan, di antara meraka pernah menjadi juara umum ketika masih di SMP. Sewaktu diumumkan sebagai pemenang Putra Inteligency, senangnya bukan main. “Bangga, karena kerja keras selama ini, dengan meluangkan waktu untuk terus belajar dibayar mahal dengan prestasi,” tutur pelajar yang hobi membaca ini.

Adit mengaku, belajar yang selama ini dilakukan banyak pada malam hari. Terkadang, Adit belajar sampai pukul pukul 00.00 WIB, dengan ditemani ibunya. “Mama yang sering membangkitkan semangat untuk belajar. Karena ia selalu menemani Adit belajar walau sampai malam sekalipun,” ucap bungsu dari dua bersaudara ini.

Selain prestasi di sekolahnya, Adit juga memenangi Lomba Duta Kesehatan se-Kota Palembang tingkat SMA tahun 2013 yang diadakan di SMAN 13 Palembang. “Alhamdulillah terpilih juara kedua, dan mendapat piagam, trophy, dan sertifikat,” ucapnya bangga.

Menurutnya, pada perlombaan tersebut, diujikan wawasan pengetahuan tentang kesehatan. Penjelasan pengetahuan itu diwujudkan dengan membuat karya ilmiah. “Makalah ilmiah saya berjudul  HIV/Aids dan dipresentasikan di depan para juri. Alhamdulillah terpilih menjadi juara kedua,” ucap pengagum Albert Einstein ini sambil tersenyum.

Diatanya tentang cita-citanya, Adit mengaku ingin menjadi dokter sekaligus pengusaha. Untuk menggapainya, sejak sekarang Adit mulai belajar dengan tekun. Menurutnya, belajar sendiri itu lebih fokus bila dibandingkan dengan ikut bimbingan belajar yang sekarang bertaburan ibarat cendawan di musim hujan. “Apalagi di sekolahnya sudah ada Kegiatan Belajar Mengajar Plus (KBM Plus) dengan tambahan belajar sekitar dua jam setelah pulang sekolah. Itulah yang lebih berarti, daripada di Bimbel,”  pungkasnya.

TEKS : DARWIN EFFENDI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster