Bergegas Merawat Dua Venue Jelang Bergulirnya ISG

 262 total views,  2 views today

venue

Stadion Gelora Jakabaring Palembang

PALEMBANG | KS-Usai ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara pesta olahraga Negara Islam, Islamic Solidarity Games (ISG) pada 22 September – 1 Oktober medatang, Sumatera Selatan (Sumsel) langsung bergegas mempersiapkan diri demi suksesnya penyelenggaraan.

Agar event yang mempertandingkan 13 cabang olahraga (Cabor), yang rencananya bakal diikuti 25 negara Islam di dunia tersebut, pemerintah provinsi Sumsel bertekat untuk menjadi tuan rumah yang baik dan peyelenggaraanya pun akan lebih sukses dibandingkan SEA Games 2011 lalu.

Salah satunya dengan memantau setiap venue yang ada di Komplek Jakabaring Sport City (JSC). Yang mana dari hasil sementara pantauan setidaknya ada dua venue yang harus mendapat perhatian lebih untuk mendapat perawatan dibanding venue lainnya, yakni venue Dempo dan Ranau.

Kepala Badan Pengelolahan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel, Laonma L Tobing, melalui Kabid Penata Usaha dan Pemeliharaan, Burkian mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan pengecekan secara fisik bersama PU Cipta Karya secara langsung ke setiap venue yang akan dijadikan tempat pertandingan masing-masing Cabor pada ISG mendatang.

“Setelah kita cek ke setiap venue yang ada di Jakabaring, Aquatik, Atletik, Tenis Lapangan, Volly Pantai, Dempo, Ranau, dan serta Stadion Gelora Sriwijaya semuanya dalam kondisi siap. Namun tetap masih terdapat dua venue yang memelurkan perhatian extra atau kondisi venue yang harus diperbaiki yakni venue Dempo dan Ranau,” katanya.

Berdasarkan pantauan jika kedua venue tersebut terdapat di sisih tertentu itu bocor dan kondisi toiletnya juga sudah perlu diperbaiki. “Ini harus segera kita lakukan. Mengingat waktu yang sangat mepet,” terangnya.

Kendati terdapat dua venue yang kondisinya kurang bagus, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan PU CK. Kedua venue menurutnya tidaklah parah alias tidak perlu dibongkar habis karena titik bocor pada atap venue tersebut tak terlalu banyak.

“Berdasarkan hasil cek fisik ini nantinya oleh PU Cipta Karya Sumsel pada Minggu mendatang akan dilaporkan kepada Gubernur Sumsel, Alex Noerdin apa saja yang akan diperbaiki. Setelah itu baru kita akan berikan dananya, disini kita hanya bertugas mengecek kembali dan mengeluerkan dana atas perintah Gubernur,” ungkapnya.

Selain dua venue tersebut, terdapat juga venue yang harus mendapatkan perawatan kembali seperti di Stadion Gelora Sriwijaya dan venue lainnya khusus untuk tribun penonton ada sebagian tempat duduk penonton harus diperbaiki.

“Kita pantau tadi seperti di Gelora Sriwijaya bangku yang ada itu ada yang harus diperbaiki demi kenyamanan para penonton nantinya,” ungkapnya.

Senada dengan yang diungkapkan Burkian, Kepala Satgas Jakabaring, Rusli Nawi mengatakan, pasca dipergunakan dalam SEA Games dua tahun yang lalu memang harus ada perbaikkan dari mulai toilet, didinding yang perlu di cat.

“Setiap venue secara umum tidak menjadi masalah, memang ada setelah SEA Games ini kan ada venue yang perawatannya kurang seperti toilet yang sudah ada yang tidak bisa dipergunakan, keran air yang tidak ada lagi, keramik dilantai sudah mulai lepas. Kendati itu semua perlu diperbaiki itu sifatnya hanya perawatan, untuk air itu masih mengalir, WC yang ada itu masih bisa dipergunakan,” bebernya.

Sementara salah satu penjaga venue Aquatik, Sahrul mengatakan, khusus untuk venue Aquatik ini sendiri tidak ada masalah dari mulai papan skor, air kolam, dasar kolam, dan toilet itu tidak ada masalah semuanya dengan kondisi yang baik.

“Memang ada pihak dari PU Cipta Karya kesini kemarin, hanya mengecek di luar saja. Kita yakin kalau venue Aquatik ini siap 100 persen untuk menggelar event olahraga dunia tersebut. Khusus untuk venue Aquatik ini kita bersihkan setiap hari dari dasar kolam hingga luarnya kolam, disamping itu juga venue ini dipergunakan para atlet untuk latihan setiap Senin-Jumat, jadi disini terawat terus,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas PU Cipta Karya Provinsi Sumsel, Rizal Abdullah melalui Kabid Penataan Bangunan Aminudin mengapatakan, pihaknya saat ini sudah membentuk tim survey kesetiap venue yang akan dijadikan tempat pertandingan cabor dalam ISG nantinya, setiap laporan tim survey nantinya akan dikumpulkan dan akan dirapatkan dengan Gubernur.

“Kita melakukan pengecekan dari mulai kondisi gedung, air, toilet, dan fasilitas pendukung lainnya yang harus dilakukan perawatan lebih lanjut akan kita prioritaskan setelah nanti hasil keputusan rapat bersama Gubernur. Secara standar venue yang ada itu tidak jadi masalah, hanya perbaikan kecik saja,” tukasnya.
TEKS: SADAM MAULANA.EDITOR:RINALDI SYAHRIL.FOTO:BAGUS KS





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster