Ada Bagi-Bagi Uang di Pemilukada OKI

 198 total views,  4 views today

JAKARTA, KS-Indikasi adanya kecurangan dalam pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), semakin menguat. Berbagai pelanggaran dalam pesta demokrasi di Bumi Bende Seguguk itu, di kemukakan oleh saksi dalam sidang lanjutan sengketa pemilukada OKI, kemarin di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam persidangan ini panel hakim yang dipimpin Ketua MK M. Akil Mochtar, memeriksa sembilan orang saksi yang dihadirkan oleh pasangan calon kepala daerah nomor urut 3, Zaitun Mawardi Yahya – Herman Thalib.

Para saksi tersebut menerangkan tentang praktik money politics, yang dilakukan oleh pasangan, Iskandar-M Rivai. Menurut para saksi, praktik bagi-bagi uang yang dilakukan oleh pasangan calon nomor urut 4 itu ada yang dilakukan pada saat kampanye dan ada pula yang langsung ke rumah-rumah warga.

“Saya mendapatkan uang Rp100 ribu, dari salah satu warga yang merupakan tim sukses pasangan Iskandar-M Rivai. Uang itu dibagikan di rumah dan dihadiri  sekitar 30 orang,” jelas Sayuti Tolib, salah satu saksi saat memberikan keterangan di depan majelis hakim MK.

Seirama dengan kesaksian itu, saksi Firdaus menerangkan, ia melihat sendiri calon bupati (cabup) Iskandar yang menghambur-hamburkan uang pada saat kampanye.

“Saat kampanyenya Iskandar mengatakan, kalau ada yang bagi-bagi uang maka terima saja dan jangan mempercayai janji-janji pasangan calon lainnya. Semua calon-calon itu berbohong,” jelas Firdaus menirukan perkataan Iskandar saat berkampanye.

Selain itu, ada pula saksi yang mengaku diberikan uang untuk menurunkan baliho pasangan Zaitun – Herman. “Saya lakukan karena diberi duit,” kata Irianto.

Sebelumnya, MK mengesahkan bukti-bukti adanya kecurangan dalam pemilukada OKI yang diajukan pemohon. Sementara pihak termohon yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) OKI,  tidak bisa menghadirkan alat bukti sehingga tidak bisa disahkan oleh majelis hakim MK sehingga pengesahannya harus ditunda pada persidangan selanjutnya.

Sebagai informasi, dalam persidangan sebelumnya saksi yang diajukan pemohon menyebut ada kecurangan yang terjadi dalam pemilukada OKI. Salah satu saksi mengaku, menerima uang dari pasangan Iskandar-Rivai saat pemilukada OKI berlangsung.

Sementara itu kuasa hukum pasangan Zaitun-Herman Thalib mengatakan mereka memiliki bukti yang kuat adanya kecurangan yang terjadi dalam pemilukada OKI. Kecurangan itu, dilakukan secara terstruktur dan masif.  Salah satunya sebut dia, buktinya adalah tertangkap tangannya mantan Wakapolres OKI yang membagi-bagikan uang kepada warga, agar memilih pasangan Iskandar-Rivai.

“Kami memiliki fakta dan bukti-bukti yang kuat, adanya pelanggaran yang dilakukan oleh kandidat lain secara terstruktur dan masif. Pelaksanaan pemilukada OKI juga, amburadul. Karenanya kami optimis, gugatan ini akan dikabulkan MK,” tukasnya.

Teks    : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster