Saksi Bantah Ada Kecurangan Pemilukada Banyuasin

 179 total views,  2 views today

pilkadaJAKARTA, KS-Adanya dugaan kecurangan yang terjadi dalam pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Banyuasin, dibantah oleh saksi yang dihadirkan termohon yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyuasin.

Namun lima saksi tersebut, tidak mengelak jika ada kesalahan pada formulir C2 Plano yang dikirimkan KPU Banyuasin ke semua kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) melalui panitia pemilihan kecamatan (PPK).

“Memang ada kesalahan pada formulir C2 Plano, namun sebelum pemungutan suara formulir C2 Plano yang salah itu sudah ditarik oleh panitia pemungutan suara (PPS) dari semua KPPS dan menggantikannya dengan formulir C2 Plano yang sudah diperbaiki KPU Banyuasin,” jelas Hadrawi saat sidang lanjutan sengketa pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Banyuasin, Kamis (4/7) di Mahkamah Konstitusi (MK).

Namun menurut Ketua PPK Pulau Rimau ini, setelah itu pelaksanaan pemilukada Banyuasin tidak ada masalalah. Pemungutan suara pun sambungnya, berjalan lancar tanpa halangan.

Hal yang sama disampaikan Iwan Subiantoro. Ketua PPK Muara Sugihan ini kepada majelis hakim konstitusi yang di ketuai Akil Mochtar menyebut, kesalahan pencetakan pada formulir C2 Plano memang ditemukan pada 4 Juli, menjelang pemilukada Banyuasin.

“Kami mengetahui adanya kesalahan formulir C2 Plano, berdasarkan laporan dari PPS dan surat edaran dari KPU. Beberapa hari kemudian, kami menerima blanko C2 Plano yang sudah diperbaiki. Sedangkan formulir C2 Plano yang salah, ditarik kembali oleh pihak PPS dan sekarang berada di tingkat PPS,” ujar Iwan seperti dikutip mahkamahkonstitusi.go.id.

Sementara Ketua PPK Rambutan,Tunima dalam kesaksiannya menyebut saat rekapitulasi penghitungan suara di PPK pada 9 Juni, saksi dari lima pasangan calon bupati (cabup)-calon wakil bupati (cawabup) Banyuasin, menolak menandatangani berita acara hasil rekapitulasi.  “Alasannya, mereka meminta suara yang diperoleh pasangan nomor urut 1, Yan Anton- Supriono tidak dihitung,” bebernya.

Selanjutnya, giliran Ketua PPK Sumbawa, Jili yang memberikan keterangan. Ia menjelaskan bahwa saat rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kecamatan, semua saksi para calon pasangan hadir.

“Namun selesai acara rekapitulasi penghitungan suara, tidak semua saksi menandatangani hasil rekapitulasi penghitungan suara. Saksi pasangan nomor urut 1, 2 dan 5 yang menandatangani. Sedangkan  para saksi nomor urut 3, 4 dan 6 tidak menandatangani. Alasannya, karena mereka tidak mendapat instruksi dari timnya masing-masing,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, hasil sengketa pemilukada Banyuasin ini digugat oleh lima pasangan calon yakni pasangan Agus Saputra-Sugeng,  Hazuar Badui- Agus Sutikno, Arkoni-Nurmala, Askolani-Idasril  dan  pasangan Slamet-Syamsuri.

Melalui kuasa hukumnya, Alamsyah Hanafiah mereka menyebut ada pelanggaran dan kecurangan dalam pelaksanaan pemilukada Banyuasin diantaranya dengan ditemukannya formulir C2 Plano salah yang dicetak KPU Banyuasin dan disebarkan ke semua KPPS.

“Dalam formulir C2 Plano itu, pada kolom total jumlah suara semua pasangan calon tertulis nama pasangan calon nomor urut 1, Yan Anton-Supriono. Selain itu, pasangan Yan-Sas sebelumnya juga sudah di diskualifikasi pencalonanya oleh KPU Banyuasin,” tukasnya.

Teks    : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster