Penjual Mercon Diperingatkan

 392 total views,  6 views today

mrcon

Ilustrasi Petasan / net

PAGARALAM, KS—Meski bulan Suci Ramadhan 1434 Hijriyah masih beberapa hari lagi, suara dentuman yang bersumber dari petasan (Mercon –red), sudah mulai marak di malam hari.

Hal tersebut sangat menggangu kenyamanan dan dikeluhkan warga. Pihak kepolisian memperingatkan kepada penjual petasan untuk tidak memperjualbelikan petasan karena mengganggu dan membahayakan warga.

Kapolresta Pagaralam, AKBP Raden Hendrawan SIK melalui Kabag Ops Kompol Indrajaya mengatakan, sesuai surat edaran berupa telegram langsung dari Mabes Polri, penjualan petasan itu dilarang.

Menurutnya, selain membahayakan bagi warga sekitar, petasan juga mengganggu kenyamanan masyarakat. Terlebih lagi saat ini akan menyambut bulan Suci Ramadhan 1434 H, saat umat Islam akan menjalani ibadah di malam hari dan tentunya membutuhkan kekhusyukan.

“Sesuai dengan surat edaran dari Mabes Polri bahwa penjualan pertasan itu dilarang,” terang Indrajaya, seraya menerangkan bisa jadi akan dilakukan tindakan lebih tegas dalam waktu yang tidak ditentukan berupa razia terhadap para pedagang petasan.

Disinggung tindakan tegas, Kepolres menegaskan, jika himbauan tersebut tidak diindahkan, maka dengan tegas petugas akan menindaknya dan menyita petasan tersebut.

“Kita berikan himbauan untuk tidak memperjualbelikan petasan. Tapi tidak menutup kemungkinan akan ditindak bila masih menjualnya,” terangnya seraya menambahkan akan berkoordinasi juga dengan pihak terkait lain yang berwewenang seperti Pol PP.

Ujang (45), warga Kampung Purwosari, Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Pagaralam Utara mengeluhkan, suara petasan yang kerap terdengar apalagi menjelang dan selama puasa.

“Ini kebiasan buruk main petasan sudah ada setiap tahun menjelang bulan puasa,” keluhnya.

Selain itu, kata dia, memainkan petasan dengan suara ledakan cukup keras sangat berpotensi mengganggu warga yang sedang menjalankan ibadah. Terlebih lagi saat bulan Ramadhan, mayoritas Umat Muslim sedang menjalankan ibadah puasa, begitu pula bagi ibu rumah tangga yang sedang memiliki anak kecil.

“Selain mengganggu yang ibadah, banyak juga anak kecil yang terganggu,” ujarnya.

Pantauan koran ini di lapangan, sejauh ini ada beberapa penjual petasan yang mulai menjajakan barang dagangannya pada sore hingga malam hari. Mulai dari petasan yang berukuran kecil, hingga petasan dengan ukuran cukup besar yang bisa menimbulkan suara letusan yang sangat kuat.

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster