Masyarakat Kini Mulai Jenuh, Dengan Program PNPM

 301 total views,  2 views today

pnpmPALEMBANG, KS-Program Penanggulangan Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) di Palembang terus dilakukan. Tahun ini, dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2013 naik sekitar Rp1 miliar yang dialokasikan hampir 90 persen, untuk perbaikan infrastruktur.

Koordinator PNPM Kota Palembang, Ahmad Yudi menjelaskan, hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan PNPM 2012 terserap 100 persen dan sudah dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, lingkungan dan ekonomi masyarakat.

“Namun kita melihat, masyarakat sebagai ujung tombak kegiatan sudah mulai jenuh. Hal ini ditunjukkan dari tingkat kehadiran masyarakat, untuk mengikuti musyawarah terus berkurang,” kata Yudi yang dibincangi usai lokakarya review PNPM-MP 2013 di ruang rapat Parameswara Balai Kota Palembang, Kamis (4/6).

Yudi menjelaskan, alokasi dana PNPM 2012 sekitar Rp19 miliar yang sudah dialokasi untuk pembuatan drainase, jalan setapak, jalan lorong, posyandu dan rumah layak tidak huni. Sementara, Pemkot Palembang mengalokasikan dana sekitar Rp1,5 miliar untuk kegiatan sosial dan ekonomi seperti khitanan massal, beasiswa, perbaikan gizi balita dan penambahan modal ekonomi bergulir.

“Tahun ini, anggaran dana dari APBN meningkat sekitar Rp20 miliar. Pengalokasiannya sama seperti tahun lalu, lebih banyak aspek infrastruktur. Rencananya, pelaksanaan PNPM 2013 akan dilakukan sekitar September atau Oktober dan selesai Maret 2014,” katanya.

Sambung Yudi, pada PNPM 2013, ada program penguatan selain program bergulir yakni program Penataan Lingkungan dan Pemukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) dan Program Peningkatan Mata Pencarian Keluarga (PPMK).

“Sekarang baru merencanakan kelurahan yang siap masuk program ini karena tidak semua kelurahan bisa ikut. Nanti ada 18 kelurahan yang ikut program ini,” terangnya.

Lebih jauh Yudi menjelaskan, beberapa persyaratan kelurahan yang bisa masuk program ini adalah penduduk miskin 20 persen, LKM dan BKM kategori berdaya, kelurahan sudah di audit tim indepen dan mendapat predikat wajar tanpa syarat, tingkat pengembalian ekonomi bergulir minimal 90 persen. “Anggaran kedua program ini diluar dari dana PNPM-MP reguler,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satker PNPM-MP Kota Palembang, Hj Hardayani menambahkan, ada 8 isu strategis yang kini dikembangkan Pemkot Palembang seperti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pengentasan kemiskinan.

Kemudian peningkatan kualitas lingkungan, optimalisasi fungsi sistem drainase perkotaan, penurunan angka pengangguran. Selanjutnya, optimalisasi sistem manajemen transportasi, penambahan luasan kawasan hijau perkotaan dan peningkatan akses terhadap air bersih. “Dari sini, kita berharap bisa meningkatkan kualitas SDM yang cerdas dan sehat selain dari peningkatan infrastruktur yang baik,” tukasanya.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi

PALEMBANG, KS-Program Penanggulangan Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) di Palembang terus dilakukan. Tahun ini, dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2013 naik sekitar Rp1 miliar yang dialokasikan hampir 90 persen, untuk perbaikan infrastruktur.

Koordinator PNPM Kota Palembang, Ahmad Yudi menjelaskan, hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan PNPM 2012 terserap 100 persen dan sudah dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, lingkungan dan ekonomi masyarakat.

“Namun kita melihat, masyarakat sebagai ujung tombak kegiatan sudah mulai jenuh. Hal ini ditunjukkan dari tingkat kehadiran masyarakat, untuk mengikuti musyawarah terus berkurang,” kata Yudi yang dibincangi usai lokakarya review PNPM-MP 2013 di ruang rapat Parameswara Balai Kota Palembang, Kamis (4/6).

Yudi menjelaskan, alokasi dana PNPM 2012 sekitar Rp19 miliar yang sudah dialokasi untuk pembuatan drainase, jalan setapak, jalan lorong, posyandu dan rumah layak tidak huni. Sementara, Pemkot Palembang mengalokasikan dana sekitar Rp1,5 miliar untuk kegiatan sosial dan ekonomi seperti khitanan massal, beasiswa, perbaikan gizi balita dan penambahan modal ekonomi bergulir.

“Tahun ini, anggaran dana dari APBN meningkat sekitar Rp20 miliar. Pengalokasiannya sama seperti tahun lalu, lebih banyak aspek infrastruktur. Rencananya, pelaksanaan PNPM 2013 akan dilakukan sekitar September atau Oktober dan selesai Maret 2014,” katanya.

Sambung Yudi, pada PNPM 2013, ada program penguatan selain program bergulir yakni program Penataan Lingkungan dan Pemukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) dan Program Peningkatan Mata Pencarian Keluarga (PPMK).

“Sekarang baru merencanakan kelurahan yang siap masuk program ini karena tidak semua kelurahan bisa ikut. Nanti ada 18 kelurahan yang ikut program ini,” terangnya.

Lebih jauh Yudi menjelaskan, beberapa persyaratan kelurahan yang bisa masuk program ini adalah penduduk miskin 20 persen, LKM dan BKM kategori berdaya, kelurahan sudah di audit tim indepen dan mendapat predikat wajar tanpa syarat, tingkat pengembalian ekonomi bergulir minimal 90 persen. “Anggaran kedua program ini diluar dari dana PNPM-MP reguler,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satker PNPM-MP Kota Palembang, Hj Hardayani menambahkan, ada 8 isu strategis yang kini dikembangkan Pemkot Palembang seperti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pengentasan kemiskinan.

Kemudian peningkatan kualitas lingkungan, optimalisasi fungsi sistem drainase perkotaan, penurunan angka pengangguran. Selanjutnya, optimalisasi sistem manajemen transportasi, penambahan luasan kawasan hijau perkotaan dan peningkatan akses terhadap air bersih. “Dari sini, kita berharap bisa meningkatkan kualitas SDM yang cerdas dan sehat selain dari peningkatan infrastruktur yang baik,” tukasanya.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster