Akibat Bentrok, Pintu dan Atap Lapas Jebol

 546 total views,  2 views today

keadaan-pintu-lapas-saat-ini

Keadaan Pintu Lapas / zumra

Lahat | KS-Bentrokan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Kelas II, Lahat antara warga dan petugas mengakibatkan sejumlah kerusakan.

Kerusakan tersebut meliputi atap musholah, atap blok wanita dan Slasar. Dan yang paling parah yakni kerusakan pada pintu gerbang lapas. Akibat kerusakan tersebut, kerugian di taksir mencapai Rp 20 juta.

Kepala Lapas (Kalapas), Kelas II Lahat melalui Kepala Keamanan Lapas Firzon,S.Ag mengatakan, setelah terjadi aksi demo situasi di Lapas kembali stabil berjalan seperti biasa. Namu, pihaknya tetap waspada untuk mengantisipasi adanya serangan susulan dari pada pendemo yang tidak setuju terhadap penahanan tiga warganya.

“Aksi mereka menuntut agar warga dilepaskan. Kami ini hanya menahan, semua wewenang itu ada di pihak kepolisian.  Aksi demo kemarin sama sekali tidak mengundang dampak yang negatif bagi penghuni lapas yang ada termasuk tiga warganya yang ditahan,” katanya.

Firzon menambahkan, kegiatan di lapas berjalan seperti biasa, akan tetapi setelah kejadian tersebut lapas mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta.

“Atas kejadian ini kita telah melapor ke wilayah dan jawabannyapun melalui kabid. Trantib agar segera mengajukan permohonan kepada pihak polres untuk menjaga situasi dan kondisi lapas untuk mengantisipasi demo susulan,” katanya.

Beruntung, lanjutnya, dalam insiden tersebut tidak ada anggota lapas, mengalami luka-luka. “Alhamdulillah anggota kita tidak ada yang luka, kalau masalah kerusakan itu bisa diperbaiki, tapi kalau sampai ada nyawa yang melayang kita mau minta ganti ke mana,” ungkap firzon.

Terpisah, Kepala Bagian Humas (Kabag), Polres Lahat Ipda Suparman mengatakan sekarang ini situasi sudah kondusif walaupun beberapa perabot di lapas mengalami kerusakan. Pihaknya masih berusaha meredam agar tidak terjadi demo susulan yang melibatkan warga yang lebih banyak lagi.

“Kemarin setelah demo anarkis berlangsung ada sembilan orang yang dianggap provokator. Sudah diamankan dan dimintai keterangan atas masalah ini, disamping itu juga tidak menutup kemungkinan sembilan orang tersebut akan ditahan jika terbukti melakukan tindakan yang anrkisme, seperti membawa senpi karena sebelumnya ada suara tembakan dari luar yang dianggap milik masa,” ujarnya.

Ditambahkannya, untuk keamanan di lapas sendiri, pihaknya telah melakukan pengamanan khususnya patroli keliling agar tidak terjadi kembali insiden tersebut.

Kapolres Lahat menghimbau kepada anggota kepolisian agar selalu mencegah situasi agar tidak terjadi kembali aksi anrkisme dan mencari tahu apakan ada demo susulan baik anggota keluarga sendiri maupun masa lainnya.

“Kasus yang menimpa Sri Malenda ini belum P21, karena kejaksaan belum memeriksa kasus secara mendalam. Akan tetapi kita telah memberikan berkas tersebut ke pihak Kejaksaan Lahat. Terkait masalah anrkisme warga dan anggota tidak ada yang terluka,” pungkas Suparman.

Teks : Jumra Zefri

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster