Sengketa Lahan Dibawa ke Bupati PALI

 259 total views,  2 views today

Sengketa-Lahan-Dibawa-ke-Bupati-PALI

Foto : Indra/KS

PALI – Peristiwa pengerusakan kebun karet milik warga di Desa Sungai Baung Kecamatan Talang Ubi beberapa waktu lalu, menjadi topik utama yang dibicarakan dalam pertemuan Penjabat Bupati PALI dengan beberapa tokoh masyarakat di ruang kerja bupati, Rabu (3/7).

Tokoh masyarakat yang terdiri dari Drs H. Soemaryono, H Sahlan, Iskandar Anwar SE, Sutan Amiril, Iwan Pidin, membawa beberapa persoalan yang berkembang dimasyarakat saat ini. Salah satunya yaitu masalah pengrusakan lahan warga Sungai Baung tersebut.

Dalam kejadian tersebut lahan warga yang notabene diklaim oleh warga Kecamatan Benakat Kabupaten Muara Enim. Tak terima atas kejadian itu, puluhan masyarakat kemudian spontan menyambangi Mapolsekta Talang Ubi, guna melaporkan iperkara tersebut sekaligus meminta perlindungan.

Hal tersebut dikemukakan langsung oleh para tokoh masyarakat PALI saat melakukan silaturahmi dengan Penjabat Bupati Ir. Heri Amalindo MM, Rabu (3/7).

“Persoalan di Sungai Baung itu bisa menjadi kurang baik kedepannya kalau dibiarkan. Kebun warga disana di rusak dan ditulisi ancaman bahkan digambar tengkorak. Ini perlu diselesaikan. Saya sendiri sudah ke Muaraenim menemui pemerintah disana, saya tanya tanah aset/ adat itu seperti apa,” papar Soemaryono yang juga salah satu tokoh dibalik pemekaran Pali kepada Bupati.

Selain hal tersebut, sambungnya, masyarakat PALI sampai sekarang belum merasakan betul keberadaan Daerah Otonomi Baru (DOB) ini. Listrik pun menjadi persoalan yang tak lupa dilaporkan.

“Masyarakat memang mengeluhkan menyangkut tagihan. Ada yang tagihannya mencapai belasan juta. Bahkan ada pelanggan PLN yang orangnya sudah meninggal kena Rp53 juta. Ini sudah kami rapatkan di kantor ranting, karena warga merasa tidak ada tunggakan bahkan selalu lunas. Kok tahu-tahu ada tagihan seperti itu. Anehnya, jawaban dari mereka (PLN) itu tetap harus dibayar meski dicicil. Nah, masyarakat tidak terima,” ulas Sumaryono.

Selain itu, masih katanya, termasuk Pasar Pendopo, yang kini menurut mereka tambah ‘maju’. Dalam artian, pasarnya yang tambah maju ke jalan. “Kondisinya sekarang semrawut. Kalau bawa mobil ke sana, siap-siap mesti mengalah dengan keberadaan parkir motor dan mobil yang kini tumpang tindih,” keluhnya.

Iskandar Anwar SE menambahkan, kegiatan-kegiatan tersebut belakangan tidak lagi dilaksanakan. Padahal PALI ini sudah menjadi Kabupaten. Menurut dia, ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat Talang Ubi sebelum-sebelumnya.

“Masyarakat bertanya-tanya, kok setelah jadi PALI kegiatannya malah mundur. Padahal selama ini kegiatan macam itu full dilaksanakan. Kami berharap dengan adanya Pemerintahan PALI ini, hal-hal positif seperti itu agar dapat diteruskan. Bahkan kalau bisa lebih ditingkatkan dari pelaksanaan sebelumnya,” pinta Kandar.

Penjabat Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo MM sangat mengapresiasi usulan, masukan dan kritikan masyarakat yang disampaikan kepadanya. Namun ia meminta masyarakat untuk bersabar. “Saat ini kami masih bekerja sendiri, belum ada struktur organisasi pemerintahan,” ujarnya.

Maka dari itu, ia tak jemu meminta dukungan, bantuan serta kerjasama dari segenap elemen masyarakat. “Kalau ada ide, masukan positif seperti  yang dilakukan Sumaryono Cs, cepat-cepat langsung disampaikan.  Semua hal yang disampaikan jadi PR saya. Saya tidak anti kritik. Seperti masalah sampah saja, itu memang sudah jadi pikiran saya. Yang jelas, apapun persoalannya, selagi itu masalah rakyat, saya akan berada di depan,” katanya bijak.

 

Teks    : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster