Produksi Batubara Sumsel Menurun

 199 total views,  2 views today

batubara

Ilustrasi Batubara / isuenergi.com

PALEMBANG, KS-Sejak dilarangnya angkutan batubara melintas di jalan umum, membuat produksi batubara di Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami penurunan sekitar 50 persen dibandingkan tahun lalu.

Tahun 2012 menurut Sekretaris Komisi IV DPRD Sumsel, Yudha Rinaldi, produksi batubara Sumsel mencapai 10 juta ton. “Tahun ini produksi batubara Sumsel diluar PT Bukit Asam (BA), diprakirakan menurun hingga 50 persen,” kata Yudha ketika dibincangi di ruang kerjanya, Rabu (3/7).

“Kalau PT BA,  tidak terganggu produksi batubaranya. Sebab mereka mengangkut batubara menggunakan kereta api babaranjang walaupun kapasitas babaranjang terbatas ,”sambungnya.

Walaupun begitu kata politisi PDI Perjuangan ini, larangan melintas di jalan umum untuk angkutan batubara tidak akan dicabut. Dengan larangan itu harusnya sebut dia, pengusaha lebih kreatif.

Misalnya dengan bekerjasama membangun jalan khusus, atau bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengangkut batubara menggunakan kereta api babaranjang.  “Itu harus dilakukan mereka, agar produksi batubara mereka tetap bisa diangkut. Namun kita dapat informasi, ada sejumlah pengusaha yang diam-diam mengirimkan batubara nya ke Lampung melalui OKU dan OKU Timur,”ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Yudha juga menyebut Komisi IV akan mendukung realisasi Sumsel sebagai lumbung energi. Saat ini sebutnya, PT PLN tengah membangun interkoneksi listrik antara Jawa dan Sumatera melalui pembangunan kabel bawah laut.

Jika interkoneksi ini selesai, maka potensi energi di Sumsel bisa dimaksimalkan. Sehingga saat Jawa mengalami blackout maka Sumatera bisa menyuplainya. Begitu juga sebaliknya.  “Namun kita belum mendapatkan gambaran jelas, dari interkoneksi ini. Kita belum bertemu dengan PLN, namun kita akan dukung proyek ini,”tukasnya.

Sebagai informasi, PT PLN tengah menggenjot pembangunan pembangkit listrik di Mulut Tambang untuk mendukung jaringan listrik interkoneksi Jawa-Sumatera.

Direktur PLN, Nasri Sebayang mengatakan PLN tengah mempersiapkan pembangunan dua pembangkit listrik dengan total kapasitas 3X600 megawatt di Sumsel. Dua pembangkit tersebut nantinya akan melengkapi pembangkit listrik dengan kapasitas 2X600 yang saat ini dikembangkan oleh PT Bukit Asam (Persero) Tbk.

“Mudah-mudahan dalam 2-3 bulan kedepan kami sudah dapat melakukan proses pengadaan untuk pembangkit listrik Sumsel 9 dan 10 dengan total 3X600 megawatt. Karena pembangkit listrik Sumsel 8 kan sudah dikembangkan oleh Bukit Asam,” jelasnya.

Nasri mengungkapkan proses konstruksi pembangkit listrik itu akan dimulai pertengahan 2014 mendatang, dan ditargetkan selesai pada 2017. Dengan begitu, PLN juga harus mempercepat pembangunan transmisi jaringan listrik interkoneksi Jawa-Sumatera, agar listrik yang dihasilkan dari pembangkit tersebut bisa langsung dialirkan.

Teks    : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster