Petasan Dilarang di Jual Belikan

 83 total views,  3 views today

mrcon

Ilustrasi Petasan / net

PALEMBANG, KS-Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melarang pedagang menjual petasan, selama bulan suci ramadhan. Karenanya petasan dianggap, dapat menganggu ke khusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.

“Kita menghimbau, masyarakat tidak menggunakan atau menghidupkan petasan selama bulan ramadhan. Petasan pun, dilarang untuk di jual belikan. Larangan ini, bukan hanya di bulan ramadhan tetapi juga di hari-hari biasa,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Palembang, Arus Saputra ketika dibincangi, Rabu (3/7) di ruang kerjanya.

Biasanya sebut Aris, pada bulan ramadhan banyak masyarakat sehingga ini dimanfaatkan oleh pedagang untuk menjualnya walau secara sembunyi-sembunyi.

Namun Pol PP tegasnya, tidak akan tinggal diam. Pedagang yang ketahuan menjual petasan, akan ditindak tegas. Barang dagangannya, akan di sita.  Pol PP juga, akan melakukan razia di tempat-tempat keramaian seperti pasar, karena menurutnya di tempat seperti itu biasanya penjual petasan banyak menjajakan petasan. Apalagi saat ini selain menjelang bulan ramadhan, juga sudah memasuki masa liburan sekolah.

Ia menyebut, larangan menjual petasan ini diatur dalam surat edaran Wali Kota Palembang Nomor 2 tahun 2013. Larangan itu tegasnya, bukan hanya dikarenakan menganggu ketertiban umum tetapi juga membahayakan keselamatan orang lain.

Bermain atau mengedarkan petasan pun sambungnya, sudah termasuk tindakan kriminalitas. “Karenanya kami menghimbau masyarakat jangan bermain petasan, pedagang pun jangan mencoba-coba untuk mengedarkannya. Kami tidak akan mentolerirnya,” tukasnya.

Sebagai informasi, tahun-tahun sebelumnya larang ini juga dilakukan oleh Pemkot Palembang. Namun larangan itu, banyak dilanggar. Sejumlah pedagang, bahkan secara terang-terangan menjual petasan dan kembang api beragam jenis di tempat umum bahkan di jalan-jalan protokol.

Walau pun begitu, tidak ada tindakan yang dilakukan oleh Sat Pol PP. Kondisi ini, tak pelak banyak dikeluhkan oleh warga. Sejumlah warga mengaku, larangan tersebut hanya terkesan diatas kertas saja namun tanpa realisasi.

“Tahun lalu, petasan katanya dilarang di jual. Namun banyak pedagang dengan bebas menjual petasan, bahkan mereka berani menjualnya di jalan protokol seperti Jalan Jend Sudirman, Jalan Ahmad Yani dan lainnya,” ucap Herman (31), warga Jalan Letnan Simanjuntak, Palembang.

Ia mengatakan, sebenarnya terganggu dengan suara petasan tersebut terutama saat ramadhan. Sebab saat ramadhan, biasanya di siang hari banyak dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat dan memperbanyak ibadah.

“Bunyi petasan itu, sangat menganggu. Semoga saja tahun ini, larangan Pol PP benar-benar diterapkan bukan sekedar basa-basi saja. Tetapi saya pesimis itu, dijalankan,” tukasnya.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com