Libur Sekolah, Meseum SMB II Banjir Wisatawan

 276 total views,  4 views today

Pengunjung-di-Museum-SMB-II

Pengunjung di Museum SMB-II/NET

PALEMBANG KSMemasuki liburan sekolah, Jumlah kunjungan dibeberapa objek wisata di Kota Palembang kebanjiran pengunjung di museum Sultan Mahmud Badarudin II misalnya peningkatakan pengunjung mencapai 40 persen dibandingkan dengan hari biasa.

Menurut Ali salah satu pegawai di Meseum mengatakan, memasuki libur sekolah seperti saat ini jumlah pengunjung mengalami peningkatan yang sangat signifikan “Pada hari biasa, pengunjung hanya sekitar 200 orang berbeda dengan hari libur jumlah pengunjung bias meningkat hingga 100 persen,” katanya.

dikatakannya, kebanyakan pengunjung yang datang merupakan anak-anak sekolah yang sedang liburan “Ada yang datang satu rombongan. Sering dari taman kanak-kanak (TK) atau PAUD dari luar Kota Palembang,”katanya.

Para pengunjung yang datang tidak hanya melihat koleksi yang ada di museum, tapi juga dalam rangka kegiatan belajar mengajar. Dari beberapa koleksi museum SMB II akan diketahui sekelumit kehidupan dan sejarah zaman Kerajaan Sriwijaya. “Tak hanya pelajar, kadang-kadang ada yang dari mancanegara,” bebernya.

Ia menyebutkan, belum lama ini ada satu rombongan besar, sekitar 120 mahasiswa dari Brunei Darusalam yang mampir ke Museum SMB II. Dalam sebulan, minimal ada satu rombongan turis asing yang mampir dan berkunjung ke Museum SMB II.

“Mereka datang untuk melihat Kota ini dan sejarahnya. Karena itu, museum ini menyediakan jasa guide (pengarah) untuk memberikan pengetahuan dalam bahasa yang diperlukan,” jelas Ali.

Untuk tarif tiket masuk museum, kata Ali, yang telah disesuaikan dengan Perda No 2 Tahun 2012. Untuk pelajar Rp1.000, mahasiswa Rp2.000, umum Rp5.000 dan turis asing Rp20 ribu.

Ali menambahkan, saat ini ada 700 koleksi museum SMB II. Mulai koleksi mata uang, naskah, kain tradisional, pakaian tradisional, piranti saji, hingga berbagai perlengkapan lainnya.

“Semuanya dijaga dan rutin dibersihkan.  Tak hanya itu, ada juga koleksi keramat seperti 20 keris dan senjata tajam lain yang digunakan pada masa Kerajaan Sriwijaya. Ada beberapa ritual yang harus dilakukan untuk membersihkan koleksi keramat yang biasa disebut barang pusaka itu,” pungkasnya.

 

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster