Cek Band Kendaraan Anda Sebelum Berpergian

 364 total views,  2 views today

ban

Ilustrasi Ban. /NET

PALEMBANG KS – Ban merupakan bagian yang sangat vital dari sebuah kendaraan. Sebab tanpa adanya ban, sebuah kendaraan tidak ada artinya. Ban juga merupakan bagian yang paling menderita seumur hidupnya.

Arifin, penjual ban di kawasan jalan Tanjung Siapi-api mengatakan Penderitaan yang harus dihadapi ban adalah harus berhadapan langsung dengan panasnya aspal dan berbagai kondisi jalan yang tak menentu. Kadang ban dianggap bagian dari suatu kendaraan yang paling kotor sehingga banyak orang merasa enggan untuk mengecek kondisinya.

Dan seharusnya pola pikir lama ini harus diubah mengingat, peran penting dari sebuah roda kendaraan ini. Sehingga dengan pola pikir yang menganggap bagian terkotor kendaraan ini menjadi bagian terpenting kendaraan yang juga harus mendapat perhatian banyak.

“Tidak harus setiap hari untuk melakukan pemeriksaan ban. Tapi alangkah baiknya kalau bisa meluangkan waktu rutin setiap bulannya untuk mengetahui tingkat keausan atau kerusakan dari ‘si karet hitam bundar’ ini” ungkapnya kemarin (3/7).

Ada beberapa ciri yang harus diketahui bahwa kondisi ban kendaraan sudah mulai tidak sehat. Dengan mengetahui gejalanya lebih awal tentu berbagai hal yang tidak diharapkan tidak bakal terjadi.

“Untuk mengetahui kondisi ban, paling tidak Anda tidak perlu memanggil spesialis ban atau membawa alat-alat khusus. Tapi hanya diperlukan sebuah ketelitian dan kejelian dalam mengamati kondisi fisik ban,”jelasnya.

Misalkan Kondisi ban  dengan sebutan ‘ban botak’. Kondisi seperti ini merupakan salah satu ciri dari ban sudah tidak lagi memiliki kemampuan daya cengkram pada jalan.

Dimana menurutnya, ciri-ciri dari karet ban yang sudah menipis adalah hilangnya pola kembang ban sehingga terlihat rata alias botak. “Pada beberapa jenis ban berstandar tinggi biasanya dilengkapi dengan simbol berupa panah atau juga segi tiga yang berguna untuk mengukur ketipisan karet ban yang biasa disebut dengan Tread Wear Indicator (TWI),” Terangnya.

Kondisi ban botak sangat berbahaya karena intraksi ban terhadap aspal akan banyak berkurang. Hal ini bisa mengakibatkan kendaraan slip bahkan tergelincir pada permukaan jalan yang basah atau berpasir.

Tetapi jangan samakan ban botak dengan ban khusus untuk dunia balap. Ban untuk balap memang tidak memiliki pola kembang tapi ban ini sudah di desain dengan compound khusus. “Tapi saat hujan tiba mobil balap akan mengganti ban dengan yang memiliki pola kembang,” ujarnya.

Hal senada di ungkap Warman pemilik toko dunia band  mengatakan, untuk band keras compound bertipe keras. Meski karet bertipe keras dan membutuhkan waktu yang lama untuk menipis, tapi pada jenis ban ini biasanya mempunyai tanda jika kondisinya sudah tua.

“Tanda yang biasa muncul adalah dengan terbentuknya berbagai retakan halus di bagian sisi ban dan juga terlihat pada lapisan karet yang sangat kering,” jelasnya

Lanjutnya, Kondisi ini juga berbahaya karena ban dengan tanda seperti ini menunjukkan kondisinya yang sudah rapuh. Sehingga membuat tidak enak saat bermanuver serta juga rawan dengan gejala pecahnya ban saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi

Masalah selanjutnya ini bisa ditimbulkan oleh berbagai sebab. Di antaranya bisa terjadi karena tekanan angin yang sering kurang, kondisi kawat ban yang sudah mulai tua.

Dan selain itu juga bisa disebabkan karena kondisi jalan yang sering dilalui rusak atau banyak berlubang. Jika kondisi jalan yang dilalui sering seperti ini, sebaik tingkat pengecekan ban lebih banyak.

Kondisi seperti ini sering terjadi maka akan menimbulkan benjolan pada ban. Jika sudah di dapati benjolan pada ban, sebaiknya cepat diganti, karena kondisi ban ini sangat rawan pecah tanpa kita ketahui kapan dan di mana akan terjadi.

Bila dibandingkan dengan kondisi yang lain, kondisi ban seperti ini lebih berbahaya dengan  kondisi yang sebelumnya

Dia menuturkan, Memang saat ini menggunakan ban jenis Tubeless bisa dikatakan lebih enak dari pada penggunaan ban dalam. Sebab dengan menggunakan jenis ban ini walau salah satu roda tertusuk paku selama tidak Anda cabut tidak akan ada masalah.

Namun dia menambahkan, Jika sudah terdapat 3 bekas tambalan maka sebaiknya Anda segera membeli ban baru. Tapi bagi ban yang masih menggunakan ban dalam tentu dari tampilan luar tidak bisa Anda ketahui banyak tidaknya bekas tambalan seperti ban Tubless.

Dengan menggunakan ban Tubless maupun ban dalam kiranya prinsip yang digunakan sama. Saat sudah melakukan penambalan ban 3 kali atau lebih sebaiknya lebih waspada dalam berkendara.

“Pasalnya banyaknya bekas tambalan pada ban bisa menimbulkan potensi terjadinya ban kempes dengan seketika dan tidak kenal waktu.,” tutupnya.

TEKS : JADID ULUL ALBAB

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster