Rapat Sopir dan Dishub Belum Hasilkan Keputusan

 254 total views,  2 views today

angkot

Foto : DOK INT

KAYU AGUNG KS – Pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa hari lalu, membuat sebagian besar sopir angkot khususnya sopir yang berada di kawasan Kabupaten Ogan Komering Ilir(OKI) menjadi resah, pasalnya hingga Selasa (02/07), belum ada kata sepakat tentang persentasi kenaikan tarif angkot.

Informasih yang dihimpun Kabar Sumatera di lapangan, dari hasil rapat yang digelar di kantor Dinas Perhubugan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), yakni antara para sopir dan dinas terkait tersebut belum menemui kata sepakat mengenai besarnya kenaikan tarif angkot pasca kenaikan BBM tersebut. Dinas terkait yang mengikuti rapat tersebut menginginkan kenaikan tarif angkot 26,7 persen dari tarif sebelumnya, sedangkan para sopir menginginkan lebih dari itu.

Hingga rapat tersebut selesai belum ada kata sepakat antara sopir agkot dan dinas terkait tentang masalah besarnya kenaikan tarif angkot tersebut, akhirnya rapat tersebut ditunda dan nantinya akan disambung kembali.

Menurut salah satu sopir angkot Wawan pihaknya keberatan tarif angkot hanya dinaikan dengan persentasi 26,7 persen, menurutnya itu masih merugikan kami sebagai sopir.

Ia mengaku jika kenaikan tarif angkot hanya 26,7 persen artinya seandainya tarif biasa Rp5 ribu berarti naik hanya sekitar 1.300 dari tarif angkot sebelumnya, ya, jika beli minyak di SPBU mungkin masih untung akan tetapi kebanyakan kami beli BBM di eceran, pasti rugi kami nyopir, terangnya.

Menurutnya harga tarif angkot minimal 40 persen dari harga sebelumnya, jadi jika ongkos Rp 5 ribu menjadi Rp 7 ribu.

Ia berharap pemerintah dapat lebih bijaksana dalam memikirkan masalah tersebut karena ini merupakan periuk nasi dan sekali keputusan salah akan terus mempengaruhi ketentraman kehidupan antara sopir dan penumpang.

Sementara itu menurut Kabid LLAJ Dishubkominfo OKI, Syaiful Bahri rapat antara sopir dan dinas terkait OKI belum ada kata sepakat mengenai besarnya kenaikan tarif harga angkot pasca kenaikan BBM. Sebab dinas terkait OKI hanya meminta kepada sopir untuk menaikan harga tarif angkot sekitar 26,7 persen dari harga sebelumnya, sedangkan para sopir menginkan lebih dari itu.

Jadi rapat ini masih akan berlanjut ke depan, dan pihaknya akan membahas lagi tentang besarnya tarif angkot ke depan, jadi antara sopir dan para penumpang tidak ada yang dirugikan.

 

Teks: Emil Hidayat

Editor: Sarono P Sasmito

 

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster