Lokasi Pasar Beduk Belum Ditentukan

 468 total views,  2 views today

pasar-bedug

Foto : DOK INT

PALEMBANG KS – Hingga saat ini, belum ada kejelasan bagi pedagang mengenai lokasi pasar beduk. Jika biasanya pasar musiman ini, digelar di samping Monpera, namun sejak tahun lalu diubah lokasinya di bawah Jembatan Ampera.

Kondisi ini membuat pedagang musiman tersebut, kebingungan. Apalagi bulan suci ramadhan tinggal beberapa hari mendatang. “Kami meminta wali kota, dapat memberikan kejelasan lokasi pasar ramadhan atau pasar beduk kali ini. Karena saat ini, sudah memasuki H-5 puasa,” kata Koordinator pasar beduk, Sujarwo saat dihubungi, Selasa (2/7).

Ia menyebut, dengan ketidak pastian lokasi pasar bedug tersebut membuat banyak pedagang ragu untuk mendaftar. Saat ini sebutnya, baru 20 pedagang yang mendaftar padahal biasanya sudah mencapai 30 pedagang atau sekitar 50 persen dari 60 lapak dagangan yang disediakan panitia.  “Mereka masih banyak yang ragu, takutnya seperti kemarin tahu-tahu di pindah ke bawah Jembatan Ampera. Pedagang tidak mau,”kata Sujarwo.

Namun jelas Sujarwo, informasi yang di terima pihaknya, pasar beduk akan digelar di Benteng Kuto Besak (BKB). Tetapi apakah lokasi itu disetujui pedagang atau tidak, ia belum mengetahui namun ia berharap pemkot tetap mengizinkan pasar bedug digelar disamping Monpera.

“Jika lokasinya di izinkan di bawah Jembatan Ampera, saya yakin hanya sedikit pedagang yang mau berpartisipasi. Sebab disana sepi, dan kurang strategis. Omzet pedagang tahun lalu, menurun hingga 60 persen,” keluhnya.

Sementara itu Kepala Bidang Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang, Irwan Destra mengatakan dilarangnya menggunakan Monpera sebagai pasar beduk, disebabkan bisa menganggu kenyamanan pengguna jalan. Karena dipastikan, akan banyak kendaraan yang parkir disekitar Monpera.

“Dikhawatirkan juga mengganggu keindahan kota. Wali kota masih sedang mencarikan solusi, mungkin di BKB, karena rencananya kemarin di sana,”terangnya.

Irwan mengaku dalam urusan pasar beduk, pemkot tidak begitu ikut campur. Semuanya diserahkan pada pengelola, seperti berapa sewa per bulan dan jumlah pedagangnya “Pemkot hanya memfasilitasi lokasi dagang, dan itu sedang dibicarakan,” tukasnya.

 

Teks     : Alam Trie Putra
Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster