BI : Banyak Bank Asing Menyalurkan Kredit Konsumtif

 375 total views,  2 views today

BI---BANYAK-BANK-ASING-MENYALURKAN-KREDIT-KONSUMTIF

Foto : DOK INT

PALEMBANG KS Bank Indonesia (BI) menilai, banyak bank asing lebih banyak bermain untuk sektor konsumtif melalui penyaluran kredit konsumtif, Oleh sebab itu Bank Indonesia (BI) meminta bank asing tersebut untuk memberikan kontribusi lebih besar ke perekonomian Indonesia dengan memberikan kredit modal kerja (industri, investasi) lebih banyak lagi.

Achmad Darimy, Asisten Deputy Direktur Bank Indonesia (BI) Palembang, mengatakan  BI tetap mendorong perbankan asing  agar menyalurkan kredit modal kerja (industri, investasi) lebih banyak lagi. Sebab, penyaluran kredit ke sektor itu akan memberikan dampak yang lebih besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi produktif (ril).

Menurutnya, bank asing juga harus mempunyai kontribusi ke perekonomian nasional. Namun, tren tingginya penyaluran kredit konsumtif tidak hanya pada bank asing, tapi juga kelompok bank lainnya, sehingga diupayakan peningkatan kredit produktif serta UMKM kepada seluruh bank.

BI tidak pernah mengatakan kredit konsumtif itu tidak ada gunanya. Sama halnya dengan kredit modal kerja, kredit konsumtif juga memberikan kontribusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Penentuan besaran bunga kredit sangat dipengaruhi cost of fund (biaya dana dihimpun) oleh bank. Margin suku bunga kredit biasanya tidak terlampau jauh dari suku bunga simpanan (tabungan, deposito, giro).

“Ini ada ketentuan kita porsi kredit minimal 20% untuk UMKM, lalu sesuai strata (permodalan) ada minimal persentase ke sektor produktif juga. Mudah-mudahan dengan begitu, kita berharap kontribusi bank asing ke perekonomian Sumsel  lebih meningkat,” ujarnya.

Dikatakannya, Dalam aturan kegiatan usaha dan perluasan jaringan kantor bank berdasarkan modal inti, atau yang juga dikenal dengan multiple license, BI menargetkan portofolio kredit produktif sebesar 55% dari total kredit untuk Buku 1, 60% untuk Buku 2, 65% untuk Buku 3 dan 70% untuk Buku 4. “Termasuk dalam target kredit produktif ini adalah kredit UMKM minimum 20% dari total kredit,” jelas darimy

Suku bunga simpanan di perbankan sekarang memang cukup rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Makanya, suku bunga kredit sekarang ikut rendah. Bukan hanya kredit untuk sektor modal kerja, tetapi juga kredit konsumtif. Besaran suku bunga untuk kedua sektor itu rata-rata 12-15 persen.

“Tapi saya yakin dengan Bank asing dapat meyalurkan  porsi penyaluran kredit modal kerja akan lebih baik ke depannya. Ekonomi sumsel terus menggeliat, investasi terus muncul, industri semakinberkembang. Dibalik semua itu akan membutuhkan kredit modal kerja,” Tutupnya.

 

TEKS        : JADID ULUL ALBAB

EDITOR  : ROMI MARADONA

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster