Bakal Digelar di Lima Titik

 315 total views,  2 views today

pasar-menjelang-ramadhan

Foto : DOK INT

PALEMBANG KS – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Desprindagkop), akan menggelar pasar murah pada minggu pertama ramadhan. Hal ini dilakukan, untuk mengantisipasi melonjaknya harga kebutuhan pokok.

Namun kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindagkop Kota Palembang, H Yustianus, pasar murah tersebut hanya langka awal yang akan dilakukan pemkot untuk membantu masyarakat yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok  akibat harga yang melambung.

“Pasar murah itu, rencananya akan digelar di lima titik. Tetapi itu, masih tentatif sifatnya,” jelas Yustianus saat dibincangi usai mengikuti sidang paripurna DPRD Kota Palembang, Selasa (2/7).

Ia menjelaskan, saat ini harga kebutuhan pokok memang sudah mengalami kenaikan terutama untuk harga telur dan ayam potong.  Data Disperindagkop, harga telur yang semula Rp16 ribu per kilogram (kg) kini menjadi Rp20 ribu per kg. Sedangkan ayam potong, harga normal Rp24 ribu per kg naik menjadi Rp35 ribu per kg. “Kami cukup sulit untuk mengendalikan harga tersebut. Kenaikan harga ini, tidak hanya di Palembang tetapi di daerah lain juga,” jelasnya.

Selain pasar murah, Disperindagkop jelasnya juga akan menggelar operasi pasar (OP). Namun OP baru digelar, jika kenaikan harga kebutuhan pokok cukup signifikan.

Tetapi dalam OP nanti bebernya, untuk kedua jenis kebutuhan pokok tersebut, tidak akan di ikutkan. Dalam OP, hanya beras dan sembako lain saja yang akan di jual.

“Stok beras yang ada saat ini, sebanyak 20 ribu ton tersedia di distributor. Itu belum lagi ketersediaan di Bulog. Oleh karena itu untuk satu item, yakni beras akan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama bulan ramadhan,”ujarnya

Disperindagkop sambungnya, akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian untuk dapat menekan harga-harga, terutama untuk ayam. Karena dinas tersebut sebagai leading sektornya. “Kami mengharapkan, agar saat puasa tidak terjadi lonjakan yang begitu tajam,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Kehutanan Kota (DP2K) Palembang, Sudirman Tegoeh mengatakan, kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok itu dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Selain kenaikan harga BBM, kenaikan harga kebutuhan pokok ini juga disebabkan meningkatnya permintaan dari masyarakat menjelang bulan suci ramadhan. “Dalam kondisi normal, kebutuhan ayam potong di Palembang 25 ton perhari. Namun menjelang bulan ramadhan, permintaanya meningkat.  Biasanya sampai H+7 puasa, permintaan ayam meningkat, begitu juga dengan harganya. Nanti setelah itu menurun, naik lagi H-7 Idul Fitri,”tukasnya.

 

Teks    : Alam Trie Putra

Editor : Dicky Wahyudi

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster