Fly Over Terkendala Pembebasan Lahan

 357 total views,  2 views today

Fly-Over

Foto : INT

PALEMBANG KS – Pembangunan fly over (jembatan layang) simpang Jakabaring, bakal tersendat-sendat. Pasalnya, pembebasan lahan untuk pembangunan fly over tersebut sampai saat ini belum tuntas.

Kepala PPTK pembangunan fly over Jakabaring, Djoko Saputra menyebut masih ada lahan milik warga yang belum dibebaskan. Ia berharap, pembebasan lahan itu bisa secepatnya diselesaikan sehingga tidak menghambat proses pembangunan fly over.

Menurutnya, akibat ada lahan yang belum dibebaskan membuat pembangunan pondasi fly over bisa tertunda. Padahal pihaknya menargetkan pembangunan pondasi, dilaksanakan pada awal Juli ini.

“Saat ini masih sekitar 30 persen lahan yang dibebaskan, dari total lahan yang dibutuhkan seluas 25.000 meter. Oleh karena itu, kami berharap agar ganti rugi segera dituntaskan,” ujarnya.

Pembangunan fly over simpang Jakabaring sendiri terang Joko, ditargetkan dua tahun selesai. Tahun ini, dilakukan kontruksi bawah yakni pondasi, dan tiang jembatan, dan akhir 2014 akan ditargetkan rampung.

”Kita masih membersihkan trotoar, serta menggali lahan untuk pelebaran jalan dan menebang pohon di area yang sudah diganti rugi. Pembangunan fly over ini menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sumsel. Tahun ini telah dianggarkan Rp 88.420.114.000,” terangnya.

Staf Bagian Pembinaan Teknik Pembebasan Lahan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Sumsel, M Hilmansyah membenarkan pembebasan lahan belum 100 persen dilakukan.

Hal itu menurutnya dikarenakan, terkendala pemilik lahan. Namun kata Hilmansyah dalam minggu ini, pihaknya akan menargetkan pembebasan lahan sudah mencapai 80 persen.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, agar dalam minggu ini mulai melakukan pembayaran ganti rugi lahan hingga mencapai 80 persen,” ucapnya.

Sedangkan untuk sisanya sebanyak 20 persen sambung Hilmansyah, belum bisa dilakukan. Karena surat kepemilikan yang kurang lengkap, bahkan ada yang tumpang tindih. “Kita akan segera menyelesaikan ganti rugi. Kami akan mengusahakan, agar data pemerima dana ganti rugi tersebut, harus benar-benar valid,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) III, Syarkowi mengatakan, PT Wijaya Karya (Wika) selaku kontraktor yang membangun fly over simpang Jakabaring telah telah melakukan pengeboran di beberapa titik yang dijadikan tempat tiang atau girder fly over. Sudah beberapa titik, yang di bor untuk didirikan tiang fly over. Total Jumlah total tiang pondasi fly over tersebut, berjumlah 7 buah,” imbuhnya.

Fly over simpang Jakabaring tersebut sambungnya, bentuknya sama seperti fly over simpang Polda. Fly over ini nantinya, akan dibuat sejajar dengan Jembatan Ampera.

Kontraktor yang membangun fly over itu bebernya, kini tengah  membongkar taman di marka jalan dengan tujuan memperluas badan jalan. Selain itu, juga tengah dilakukan  pembuatan jalan masuk ke fly over.

“Pengerjaannya dilakukan siang dan malam, namun di siang hari kurang maksimal dikarenakan padatnya arus lalu lintas di kawasan tersebut. Sedangkan untuk antisipasi kemacetan, kita sudah berkoordinasi dengan Forum Lalu Lintas dan dinas perhubungan (Dishub) serta Kepolisian Resort Kota (Polresta) Palembang,” tukasnya.

 

Teks   : Alam Trie Putra

Editor : Dicky Wahyudi

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster