KPU OKI Mencekam

 336 total views,  2 views today

KPU

Foto : INT

KAYUAGUNG KS – Kondisi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kini sedikit mencekam. Ratusan aparat kepolisian berjaga-jaga di kantor KPU.

Pantauan Kabar Sumatera, ratusan personel polisi baik dari brigade mobil (brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) maupun anggota Kepolisian Resort (Polres) OKI, bersiaga. Di sekitar kantor KPU OKI, juga disiagakan water canon.

Kepala Polres OKI, AKBP Erwin Rachmat didampingi Kasubag Humas AKP Halim saat di konfirmasi membenarkan itu. Menurutnya, pengamanan yang dilakukan di kantor KPU OKI itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebab saat ini, hasil pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) OKI digugat oleh pasangan calon bupati (cabup)-calon wakil bupati (cawabup), Zaitun Mawardi- Herman Thalib ke Mahkamah Konstitusi (MK).  “Ini sebagai antisipasi, kemungkinan adanya gejolak pasca keputusan MK nanti. Kita tidak ingin kecolongan,” kata Erwin, kemarin.

Ia menyebut, ada 428 personel yang disiagakan untuk mengamankan kantor KPU OKI. Rinciannya, 100 personel dari Brimob Polda Sumsel sisanya 328 personel dari Polres OKI.

Sementara itu Ketua KPU OKI, Abdul Hamid Usman melalui Divisi Humas dan Teknis Pemilu, Dedi Irawan menyebut saat sengketa pemilukada OKI sudah disidangkan di MK.

Hasil pemilukada di Bumi Bende Seguguk tersebut jelas Dedi, digugat oleh pasangan Zaitun Mawardi-Herman Thalib ke MK. Dalam gugatannya sebut Dedi, pasangan ini meminta hasil pemilukada OKI dibatalkan karena terjadinya pelanggaran yang dilakukan secara sistematis. “Mereka menuntut, pemilukada ulang di OKI. Karena terjadi politik uang, salah satunya yang dilakukan Wakapolres OKI, Kompol Sonny,” ujarnya.

Namun sebut Dedy, KPU OKI yakin bisa memenangkan gugatan itu. “Kita sudah sejak awal bersiap menghadapi gugatan di MK, KPU OKI juga sudah menyelenggarakan pemilukada secara prosedur dan sesuai dengan aturan,” ujarnya.

Namun Dedy berharap, apapun nantinya putusan MK, masyarakat OKI diminta untuk bisa menerima putusan MK tersebut. “Sidang sengketa pemilukada OKI, akan dilanjutkan Selasa (2/7).  Kami berharap, apapun keputusan MK nantinya masyarakat OKI khususnya para tim sukses dapat menerima,” himbaunya.

Sementara itu kuasa hukum pasangan Zaitun-Herman Thalib dihubungi terpisah mengatakan yakin, Febuar Rahman dihubungi terpisah yakin permohonan mereka bisa dikabulkan majelis hakim MK.

“Kami memiliki fakta dan bukti-bukti yang kuat, adanya pelanggaran yang dilakukan oleh kandidat lain secara terstruktur dan masif. Pelaksanaan pemilukada OKI juga, amburadul. Karenanya kami optimis, gugatan ini akan dikabulkan MK,” tukasnya.

 

Teks   : Emil Hidayat

Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster