Kejari Bidik Indikasi Korupsi

 189 total views,  2 views today

ilustrasi-korupsi

ilustrasi korupsi. / Foto : INT

BANYUASIN KS – Kejaksaan Nergeri Pangkalan Balai saat ini sedang gencar-gencarnya membidik semua kasus yang beridikasi korupsi di Kabupaten Banyuasin. setelah sebelumnya  menetapkan dua tersangkan pada proyek kapal pompong pada Dinas Perikanan dan Kelautan  (SKP), dimana satu diantaranya merupakan oknum PNS pada dinas itu

Kejaksaan negeri banyuasin juga saat ini sedang mendalami Indikasi korupsi pada proyek pengadaan terminal tipe C pada Dinas Perhubungan & koninfo  di Talang Keramat Kecamatan Talang Kelapa, yang saat ini tinggal menunggu  keterangan dari tim ahli untuk menaksir harga tanah tersebut

Setelah mendapat keterangan mengenai harga tanah, pihak kejaksaa akan segera  menetapkan tersangkannya. Dan akan menyusul dugaan indikasi korupsi di dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Banyuasin.

Salah satu proyek yang saat ini sedang didalami oleh pihak Kejaksaan Pada Dinas PUBM adalah pengerasan jalan simpang Tanjung Api-api menuju Sungsang sepanjang 1,620 M dan lebar 5M dengan ketebalan 30 Cm yang didanai APBD Banyuasin tahun 2011 sebesar Rp 1.974.997 dikerjakan oleh CV Delima Indah, Palembang.

Kepala Kejaksaan Negeri Pangkalan Balai Suwito SH melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Akbar Ali SH didampingi Kasi Intelejen  saat dihubungi dikantornya baru-baru ini membenarkan bahwa pihaknya saat ini sedang mendalami kasus pengadaan terminal tipe C pada Dinas Perhubungan Kominfo dan proyek pengerjaan pengerasan jalan  tanjung api-api menuju sungsang.

“Ya memang kita sedang mendalami itu semua. Saksi telah kita pintai untuk pengadaan terminal itu, kita tinggal menunggu keterangan dari tim ahli untuk menaksir harga tanah tersebutn setelah kita dapati maka akan ditetapkan Tersangkannya,” ungkapnya.

Sama halnya dengan proyek pengerasan jalan tanjung api-api di Dinas PUBM, semua saksi sudah dimintai keterangan termasuk tim PHO nya. “Untuk kasus ini juga kita tinggal menunggu hasil audit dari BPK saja, mudah-mudahan tidak lama lagi hasil auditnya selesai,” bebernya.

Pihaknya juga telah memeriksa  pejabat di Dinas PU  Bina Marga dan Direktur  CV Delima, Indah AF yang merupakan pemenang tender proyek tersebut. “Sekarang kami masih menunggu hasil pemeriksaan BPKP, untuk menaksir berapa besar dugaan kerugian negara. Setelah itu baru menetapkan tersangka,” tandasnya

Akbar Ali mengatakan, berdasarkan temuan penydik ditemukan dugaan praktek merugikan negara pada proyek senilai Rp1.974.997.000 itu. “Dari data dan bukti yang kami kumpulkan, ada indkasi korupsi. Untuk kasus ini sudah kita ditingkatkan ke tingkat penyidikan,” jelas Akbar Ali, .

Berdasarkan rancangan anggara biaya, diketahui proyek pengerasan jalan itu dibangun sepanjang 1,620 KM dengan ketebalan 30 cm dan lebar 5 M. “Diduga terjadi ketidak sesuaian antara volume proyek di lapangan dengan RAB,” ungkapnya.

Namun, pihak kejaksaan tidak berani memasang target, seberapa lama untuk mengusut kasus dugaan korupsi ini atas proyek peningkatan jalan tersebut “Dalam waktu secepatnya kita akan usut,” tukasnya.

 

Teks: Diding Karnad

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster