SFC Disambut Antusias Warga Payaraman

 277 total views,  2 views today

sfc-latihan

Ilst, Sriwijaya FC

PALEMBANG | KS-Kedatangan skuad lengkap juara bertahan kompetisi Indonesia Super League (ISL), Sriwijaya FC (SFC) di Kecamatan Payaraman, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (26/6) kemarin, mendapat sambutan antusias warga setempat.

Meski sebagian penonton yang menghadiri Lapangan Payaraman mengaku sudah tidak asing lagi dengan tim kebanggaan masyarakat Sumsel tersebut, namun kehadiran Boakay Eddie Foday Cs untuk kali pertama di daerah mereka terasa spesial.

“SFC hadir di daerah kami dengan skuad lengkap. Ini terasa spesial karena mereka mau hadir kesini menyapa warga payaraman,” kata Ari, salah satu warga Payaraman yang hadir langsung menyaksikan aksi punggawa SFC.

Pada pertandingan itu sendiri, SFC yang ditantang tuan rumah tampil digdaya. Kendati hanya bertajuk pertandingan persahabatan yang menyajikan permainan dengan durasi singkat, namun Laskar Wong Kito tetap menunjukkan permainan memikat. Terbukti, tanpa perlawanan berarti skuad arahan pelatih Kas Hartadi menang telak 4-0.

Atas hasil tersebut, Kas menilai jika skor bukanlah patokan pada laga persahabatan ini. Kualitas yang memang tidak seimbang, Kas menyebut jika dari pertandingan tersebut hanya sebagai pengembalian kebugaran pemain.

Lebih dari itu, yang terpenting adalah menyajikan permainan memukau ditengah pendukung daerah yang memang tak sering datang langsung melihat aksi pemain-pemain SFC beraksi di atas rumput hijau Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang.

“Dari pertandingan ini, kita tidak melihat hasil yang diraih tim. Namun lebih penting, kita ingin memberikan hiburan pada pendukung SFC di daerah Payaraman,” kata pelatih asal Solo tersebut.

Berdasarkan pantauan, sebelum SFC datang ke lokasi pertandingan penonton sudah memadati sekeliling lapangan, tanpa terlihat ada celah kosong didepan akibat para penonton yang berdesakan. Walaupun cukup lama menanti, sebagai pendukung mereka tetap setia dan tidak ingin beranjak kehilangan moment.

Terbukti, ketika para pemain turun dari bus sorak sorai pun keluar secara spontan dari mulut para penonton. Mulai dari yang meneriakan nama Ferry Rotinsulu hingga mendekati Diego Michiels hanya sekedar meminta foto bersama dan tanda tangan sebagai kenangan.
TEKS: SADAM MAULANA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL

FOTO:BAGUS KS





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster