Minim Dana, Pemkab PALI “Ngemis” dengan Perusahaan

 292 total views,  2 views today

pali-ngemis

Ilst PALI

PALI | KS-Agenda pertemuan yang dikemas dalam bentuk rapat koordinasi (rakor) alias tatap muka dengan seluruh pimpinan perusahaan yang beroperasi di wilayah Pemerintahan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Selasa malam (25/6), di Gedung Arsendora Pertamina EP Field Pendopo, digelar meski Penjabat Bupati tak dapat hadir.

Sayangnya, pertemuan tersebut bukan hanya rakor. Pertemuan tersebut tidak lebih dari acara Pemkab PALI “mengemis” pada perusahaan-perusahaan di Kab PALI.

Sedianya, pertemuan tersebut dihadiri langsung penjabat Bupati Ir H Heri Amalindo MM. Namun ternyata, setelah ditunggu-tunggu hingga pukul 20.00 WIB, orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan ini ternyata benar-benar tak bisa datang.

Padahal, hampir semua pimpinan perusahaan atau perwakilannya yang berlabel PT (persero) hingga PD (perusahaan daerah) di wilayah PALI yang diundang Bupati, hadir.

Mulai dari PT Pertamina EP Asset 2 Field Pendopo yang langsung dihadiri Field Managernya (FM), Handri Utama. FM KSO-KSO Pertamina, Direktur perusahaan jasa/ kontruksi, perusahaan perkebunan/ sawit, perusahaan pembiayaan, APMS, perbankan, PLN, Kantor Pos, hingga PDAM, dan lain-lain.

Walau Bupati tak datang, acara tetap dimulai dan dibuka oleh Kepala Urusan Pemerintahan Umum, Hukum, Organisasi, dan Kepegawaian Pemkab PALI, Drs Darmawi MM.

Namun, acara itu bukan sekedar bertatap muka. Dibalik itu, pihak panitia sudah menyiapkan acara khusus, yaitu “mengemis” pada perusahaan agar membantu menyediakan perlatan dan perlengkapan kantor.

Dalam sambutannya, Darmawi yang juga Camat Talang Ubi ini menyampaikan permohonan maaf dari Bupati karena tak bisa hadir lantaran ada kegiatan sidang di MK.

Adapun inti pertemuan malam itu, dituturkan Darmawi, bahwa Kabupaten PALI yang baru berdiri dan diresmikan 22 April lalu ini, meminta dukungan perusahaan-perusahaan di PALI untuk mensukseskan pemerintahan PALI, sekaligus dalam rangka rencana penempatan sementara Kantor Bupati PALI. Pointnya adalah, Pemkab PALI meminta kontribusi perusahaan dalam hal pemenuhan kebutuhan peralatan dan perlengkapan kantor pemerintahan PALI nantinya.

“Kondisinya sangat minim. Kami sebagai orang-orang yang ditunjuk sebagai tim pendukung tugas-tugas caretaker Bupati sudah bekerja maksimal. Dengan meminta bantuan pada pihak terkait,” ujarnya.

Pihaknya bersyukur, untuk rumah dinas Bupati sendiri difasilitasi Pertamina. Pun juga perkantoran di KM 10 itu, pinjam pakai dengan pihak MHP. “Oleh karena itu, pertemuan malam ini kami mohon dukungan dan bantu kami dalam rangka melaksanakan program pembangunan kepada masyarakat. Memang ada anggaran yakni Rp5 M dari Pemkab Muaraenim dan Rp10 M dari Propinsi, tapi itu untuk operasional,” terang Darmawi.

Diungkapkan Darmawi, awal Juli nanti dimungkinkan semua struktur organisasi pemerintahan di Kabupaten PALI sudah dibentuk, untuk kemudian dilantik dan menempati perkantoran Pemerintahan PALI yang saat ini sudah mulai direnovasi.

Bupati sendiri akan pinjam pakai kantor di eks gedung Diklat di MHP (Musi Hutan Persada) KM 10. Disitulah kata Darmawi, pusat perkantoran pemerintahan PALI selama masa transisi 2013 – 2015 mendatang. “Untuk renovasi sendiri sudah dimulai. Bukan hanya Bupati, semua dinas terkait juga akan bergabung disana,” ujarnya.

Malam itu juga dibeberkan beberapa peralatan dan perlengkapan kantor pemerintahan PALI yang dibutuhkan.

Mukhlis Nabil, selaku Kepala Urusan Perencanaan dan Pembangunan, bahwa sedikitnya ada 23 item kebutuhan peralatan dan perlengkapan kantor tersebut. Mulai dari komputer hingga kursi lipat. “Besaran nominal anggarannya mencapai angka hampir Rp2 Miliar. Persisnya Rp1,9 M,” ungkapnya.

Terpantau juga, setiap tamu yang hadir disodori selembar kertas yang berisi rincian kebutuhan tersebut. Seperti komputer sebanyak 50 unit senilai 250juta, 350 unit Meja kerja staf senilai 245juta, Kursi kerja staf Senilai 280juta, satu set meja dan kursi senilai 25juta dan lain-lain.

Dalam rincian itu, kebutuhan kantor Pemkab PALI dibagi dalam dua kategori. Kategori pertama Peralatan Kantor senilai Rp 768juta ang terdiri dari komputer, mesin fotocopy, printer, sound system dan infocus. Kategori kedua berjudul Perlengkapan kantor atau meubelair  senilai Rp 1,187juta. Dalam kategori kedua tersebut terdiri dari meja kursi kerja bupati, kabag dan  staff.

Panitia memberikan kesempatan kepada seluruh tamu untuk memikirkan bantuan apa yang akan diberikan.

Menanggapi permintaan tersebut, nyaris semua pimpinan perusahaan atau yang mewakili menyatakan dukungan dan kepeduliannya kepada pemerintahan PALI. Namun hampir seluruh tamu meminta waktu untuk kOordinasi dengan manajemen, karena mereka hanya mewakili sementara keputusan ada ditangan manajemen. Tamu undangan merasa tidak tahu kalau malam itu ada acara “penodongan”.

Seperti diungkap salah seorang tamu, yang tidak bersedia disebut namanya. Tamu itu justru kaget begitu tahu bakal dimintai bantuan. “Wah saya tidak tahu, kalau tahu dari siang tadi saya laporkan dulu,” ungkapnya.

Tamu tersebut justru menanyakan kepada harian ini, apakah dana bantuan Rp 15 miliar tersebut sudah cair. “Dananya belum cair ya, sampe minta-minta kayak gini. Tapi seharusnya, daripada beli peralatan kantor, mending dibangunkan jalan atau sekolah, hasilnya untuk rakyat,” tambahnya.

Tanggapan berbeda justru datang dari Husman Gumanti, Camat Tanah Abang. Menurut Husman, seharusnya peralatan dan perlengkapan kantor dibebankan pada PT Musi Hutan Persada sebagai pemilik gedung.

“Gedung kan punya MHP, nanti juga akan dikembalikan ke MHP lagi, yaa sekalian saja isinya juga disediakan MHP,” tukas mantan camat penukal ini kalem.

Teks : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster