Longsoran Parah, Warga Kecam Pemerintah

 327 total views,  2 views today

lintas-1

Amblasnya penahan longsor di Kecamatan Tanah Abang, semakin hari semakin parah / Indra

PALI | KS-Amblasnya penahan longsor di Kecamatan Tanah Abang, semakin hari semakin parah. Bukan hanya mengancam tanggul senilai Rp 5,8 Miliar saja, tetapi longsoran sudah mengancam rumah penduduk.

Pantauan wartawan di Desa Tanah Abang Utara, Kecamatan Tanah Abang, Rabu (26/6), jalan aspal yang baru dibangun sudah turun sedalam 1 meter dengan retakan selebar 1 meter.

Beton yang dibangun pun kini sudah hancur berantakan menampakkan besi behel. Turap penahan di sisi sungai pun kini sudah miring 30 derajat dan nyaris rebah.

Retakan yang selama ini hanya berada disisi beton kini sudah menjalar kearah rumah penduduk.

Untuk menghindari ancaman keselamatan, kini satu rumah sudah dibongkar penghuninya. Menurut keterangan tetangganya, penghuni rumah sudah mengungsi kerumah keluarga yang lebih aman.

Apinsah, (38), warga yang rumahnya persis disisi longsoran kini pasrah melihat rekahan muncul didepan rumahnya. Apin terpaksa pasrah karena ia tidak memiliki dana untuk pindah.

“Pindahan tidak cukup dengan dana seratus ribu pak. Untuk bongkar rumah tentu harus mengajak tetangga. Tentunya harus ditanggung makan dan minum.” Keluh Apin kepada wartawan.

Menurut Apin, saat bencana longsor tiga tahun lalu, warga sempat diberi uang Rp 4juta dari pemerintah untuk biaya pindah. Lantaran pemerintah ingin membangun tanggul, maka uang Rp 4juta digunakan untuk renovasi. “Kami tidak menyangka bakal longsor lagi seperti ini. Kami kira pemerintah pinter, buktinya bisa membangun jembatan Suramadu. Tapi rupanya seperti ini,” ujar Apin.

Apin juga menyesalkan tindakan pemerintah yang hanya bisa membuang uang Rp 5,8 milyar secara percuma. “Seharusnya yang longsor biarlah longsor, warga yang rumahnya terkena dibangunkan rumah lagi. Kalau 20 rumah masing-masing Rp 100 juta cuma Rp 2 miliar tidak sampai Rp 5 miliar. Tapi kalu diomongkan sama pemerintah, pasti dikatakan sok tahu,” timpalnya.

Kecaman serupa juga diungkapkan David Susanto (33), Ketua Umum Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Pali (Hipmappa).  “Kondisinya sangat memprihatinkan baru kelar 1 bulan sudah ambruk. Kami yakin ada indikasi penyelewengan dalam bestek, hal ini terlihat dari semen coran mudah hancur,” ungkap David.

David kemudian mengambil serpihan cor yang sudah patah, kemudian mencongkel menggunakan jari. “Lihat saja dicongkel sedikit saja sudah hancur, artinya pemborong asal-asalan mengerjakannya. Kami minta pihak terkait serius mengungkap kasus ini,” tegasnya.

Harapan David, kerusakan ini dapat segera diperbaiki untuk kelancaran transportasi masyarakat, dan upaya hukum atas kecerobohan ini dapat ditindak-lanjuti. “Kita sedang mengumpulkan  data dan kita akan laporkan ke Kejaksaan untuk mengungkap indikasi adanya mark-up,” pungkas David.

Teks/foto : Indra Setia Haris

Editor  : Junaidi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster