Defisit Anggaran Ulah BBM

 416 total views,  2 views today

HL-FOTO1

Diskusi Publik bertemakan Dampak Kenaikan BBM bagi Pendidik dan Sosial Masyarakat, Rabu (26/6) di Komisariat HMI Fakultas Syariah IAIN Raden Fatah Palembang | Bagus KS

PALEMBANG KS-Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) meninggalkan pil pahit bagi sebagian masyarakat lapisan bawah. Anggaran pun bisa defisit ulah BBM.

Wacana itu mengemuka saat Diskusi Publik  bertemakan Dampak Kenaikan BBM bagi Pendidik dan Sosial Masyarakat, Rabu (26/6) di Komisariat HMI Fakultas Syariah IAIN Raden Fatah Palembang.

Hasil penelitian Liga MahasiswaNasional untuk Demokrasi (LMND) menyebutkan,pemerintahan

presiden

SBY menyatakan subsidi BBMmenyebabkan defisit APBN sebesar 12% atausenilai Rp193,8 triliun.

Faktanya APBN 2013 sebanyak Rp 1.600 trililun dipakai  perjalanan dinas para pejabat negara, baju seragam,biaya makan dan minum, fasilitas kebutuhan pejabat,

pengamanan pribadi.

“Data Forum Indonesia untuk Tranparan Anggaran menyampaikan, bahwa SBY telah menggelontorkan anggaran sebanyak Rp 300 triliun,” demikian kata Fuad Kurniawan, Dewan Eksekutif Nasional LMND Nasional.

Kata Fuad, defisitnya anggaran APBN 2013 yang menjadi alasan utama atas kenaikan BBM merupakan alasan yang tidak masuk akal. Sebab, menurutnya pemerintah dapat saja menghemat pengeluaran yang di anggap tidak perlu dan bukanmembebankannya kepada masyarakat.

“Masyarakat tahu bahwa APBN 2013 sebanyak Rp 1600 triliun, dan  80 persen sisanya untuk belanja pegawai. Karena itu, defisit APBN 12 persen setara dengan Rp 193,8 triliun. Itu ditutupi dengan mencabut subsidi BBM sangat tidak logis,” jelas Fuad.

Vety Fera (19), Ketua Komisariat IAIN Raden Fatah mengatakan pemerintah membuat alasan kenaikan harga BBM selalu saja dipengaruhi keadaan yang dibuat-buat.

Tahun 2013 ini pemerintah beralasan karena defisit anggaran.

“ Usai alasan ini, alasan apalagi  menaikkan harga BBM bensin hingga mencapai angka Rp 11.000 per liter,” kata Vety.

Doni Mailani, narasumber Diskusi Publik menyoroti,  naiknya harga BBM akan berakibat pada menurun daya belimasyarakat dan konvensasi BBM tidak

sampai kepadaguruguru honor.

 

“Pendeknya, naiknya BBM ini tidak ada dampak positif bagi kehidupan sosial,” tegasnya.

 

DR Isnaini, pengamat sosial dari IAIN Raden Fatah menyampaikan, bahwa dampak sosial bagi masyarakat secara ekonomi hanya dibebani hutang. Di mana setiap penduduk Indonesia menanggung beban hutang sebanyak  Rp 1,3 juta.

“”Hutang pemerintah sebanyak Rp 241 triliun pada 2012. Tahun 2013, hutang membengkak menjadi Rp 325 triliun. Sehingga bayi yang baru lahir saja harus menanggung hutang sebesar itu,” Isnaini membeberkan.

Diakuinya, ada konvensasi yang diberikan pemerintah pada rakyatnya. Walau nilainya sebanyak Rp 7, 43 triliun. Uang konvensasi ini kemudian disalurkan ke rakyat dalam bentuk program beras murah, Program KeluargaHarapan (PKH), Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Bantuan Langsung Sementara Masyarkat (BLSM).

“Yang bisa kita lakukan adalah mengawal program konvensasi tersebut dari berbagai elemen masyarakat termasuk mahasiswa,” cetusnya.

Kata Isnaini, konvensasi BBM 2013 idealnya dapat membebaskan seluruh mahasiswa IAIN danUNSRI yang baru masuk dari semua jenis biaya apapun.

“Sebab konvensasi BBM mengakibatkan IAIN mendapatkan santunan dana untuk mahasiswa sebesar Rp 14 miliar dan Unsri sebanyak Rp 54 miliar. Dana ini bila tidak dikawal mahasiswa, besar kemungkinan penyelewengan bisa terjadi,” ungkapnya.

Berdasarkan data FITRA, guna  menutupi defisit anggaran sebanyak Rp 193 triliun, Presiden SBY harusnya  berani melakukan pemotongan terhadap gaji pejabat, biaya perjalanan dinas, serta keperluan pejabat yang dianggap tidak perlu.

Sekedar informasi, pada 2012
biaya perjalanan dinas pejabat negara sebanyak Rp 21 triliun per tahun, gaji presiden Rp 1,1 miliar per tahun, respon HUT kemerdekaan Rp 1,2 miliar, staf kepresiden Rp 27,5 miliar

FITRA juga mencatat pemerintahan SBY membelanjakan anggaran sebesar Rp 300 triliun hanya untuk melayani pejabat, biaya seragam, makan minum perjalanan dinas, dan fasilitas pejabat lainnya.

“Kita dapat belajar dari Presiden Chaves yang berani memangkas anggaran sebanyak 20 persen gaji pejabat seniornya untuk menyeimbangkan anggaran. Malaysia contohnya, memotong gaji para menteri dan pejabat tinggi lainnya sebesar 10 persen. Dan, menghilangkan fasilitas liburan pejabat ke luar negeri,” sebut Isnaini.

TEKS:AHIRMAN, EDITOR:RINALDI SYAHRIL.FOTO:BAGUS KS





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster