Dulu Belajar di Garasi Sekarang di Gedung Megah

23 total views, 3 views today

Keluarga-Besar-paud

Keluarga Besar PAUD Matahari

“Pendidikan anak pada usia dini memang begitu penting bagi perkembangan jasmani dan rohani anak. Biasanya, pada usia 0-4 tahun, seorang anak sudah membentuk 50% intelegensi yang akan dimiliki setelah dewasa usia 18 tahun. Oleh karena itu dapat dipahami bila usia 4 tahun pertama dalam perkembangan anak disebut sebagai usia keemasan (golden age-red)

(H. Eko Soekantio, Pembina PAUD Matahari)

Suasana Hotel Bestskip Palembang pada hari Senin (10/6) sangat ramai.  Karena pada hari itu ada acara perpisahan murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)  Matahari tahun ajaran 2012-2013.  Pada hari itu juga, lembaga pendidikan yang beralamat di Seduduk Putih No.4 Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II  Palembang ini, juga merayakan hari jadinya yang ke-5.

Suasana riang gembira ditunjukkan anak-anak PAUD Matahari dan para undangan yang hadir saat itu. Namun suasana yang riang itu berbalik seketika menjadi hikmat dan tenang ketika Pembina PAUD Matahari, H Eko Soekantio dan Hj. Eva Susanti, Direktur PAUD Matahari naik ke panggung.

“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah menitipkan anak-anaknya untuk menimba ilmu di PAUD Matahari. Dan tidak terasa, PAUD kita ini sedah berjalan 5 tahun.” ujar H. Eko Soekantio ketika memberi sambutan.

Eko menambahkan, perjalanan sekolah yang kini memiliki gedung, melalui proses panjang. Semua ini terwujud tidak semudah membalik telapak tangan, tetapi membutuhkan proses. Sekolah ini menurut Eko, tidak serta merta tiba-tiba hadir seperti yang ada sekarang ini. PAUD yang dulu dengan yang sekarang sangat jauh sekali bedanya.

“PAUD Matahari mulai beraktivitas pada tahun pertama dan kedua di garasi, teras rumah dan mushalla yang ada di rumah. Alhamdulillah, memasuki usia tahun ke-3, PAUD Matahari sudah mempunyai gedung sendiri sampai sekarang.” ujar Eko sambil mengusap  air mata yang menetes dipipinya karena terharu.

Sementara, Hj. Eva Susanti dalam sambutannya mengatakan dalam pembelajaran di PAUD Matahari berbasis pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) tahun 1958 yang lebih mengacu kepada lima aspek lingkup perkembangan.

“PAUD Matahari dalam kurikulum lebih berbasis pada Permendiknas 58 dengan mengedepankan lima aspek lingkup perkembangan. Pertama, nilai-nilai agama dan moral. Kedua, fisik motorik. Ketiga, Kognitif. Keempat, Bahasa. Dan kelima sosial emosional. Kami berharap, PAUD Matahari bisa mewujudkan impiannya menjadi PAUD teladan di kota Palembang.  Indikator visi PAUD Matahari adalah, unggul dalam prestasi, ramah dalam pelayanan dan berbudaya Islam,” terangnya.

Sementara tentang misi yang diemban oleh PAUD Matahari, menurut Eva pengembangan nilai-nilai ke-Islaman tetap menjadi prioritas progam pendidikannya.

“Diantara misi PAUD Matahari adalah terbentuknya generasi bangsa yang unggul dalam prestasi dan kreatif. Mengoptimalkan kemampuan peserta didik. Memberikan kenyamanan dalam pelayanan dan memberdayakan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Eva.

Suasana gembira itu, seketika kembali haru ketika ada pengumuman karyawan teladan yang mendapatkan umroh gratis. Ibu teladan atau karyawan teladan itu adalah Siti yang pada tahun ini menjadi karyawan yang kedua mendapatkan umroh gratis dari PAUD Matahari.  “Kami melakukan ini, agar kekeluargaan kita semakin dekat, baik itu dari pemimpin, karyawan maupun guru pengajar, bahkan siswa dan wali murid itu sendiri. Dan pada tahun ini, Ibu Siti mewakili dari yang lainnya untuk mendapat kesempatan pergi umrah.” ujar Eva.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pengumuman siswa-siswa teladan dan pembagian doorprize dari Sekolah PAUD Matahari. Acara perpisahan dan hari ulang tahun PAUD Matahari ke- 5 ini ditutup dengan foto bersama siswa dan guru.**

Sekilas tentang PAUD Matahari

PAUD Matahari memang terlihat seperti pelangi. Gedung dan ruang kelasnya bercat warna-warni berkesan keceriaan. Sebagian anak-anak itu ada yang berlari-lari di sekitar ruangan kelas. Seakan terlihat ia masih ingin berlama-lama di kelas dan belum mau pulang.

Di setiap ruang kelas tampak terlihat multimedia baik TV LCD dan Media Player. Ruangan yang ber-AC membuat anak-anak nyaman belajar. Dilengkapi dengan media bermain baik yang bersifat indoor maupun outdoor. Di lantai dasar akan terlihat kolam renang, kamar mandi, wc, kantin, ruang perpustakaan dan ruang marcine band pun dibuat khusus.

Dalam keterangannya,  Hj.Eva Susanti, Direktur PAUD Matahari Palembang mengatakan, berdirinya PAUD Matahari ini, awalnya masih menggunakan fasilitas gedung yang sangat sederhana, yakni rumah tempat tinggal. Itupun muridnya baru 16 anak. Namun mengingat PAUD merupakan pondasi dasar sebuah pendidikan, pengelola lembaga ini terus bersemangat untuk membuat PAUD  demi kepentingan pendidikan anak-anak di masa depan yang lebih baik. “Sejak muda saya memang sudah senang dengan dunia anak, alhamdulillah, doa saya dikabulkan oleh Allah, bisa mendidik anak-anak melalui PAUD Matahari ini,” kata Eva.

Dalam catatan perjalanan sejarahnya, PAUD Matahari Palembang  berdiri pada tanggal 19 Februari 2009. Sebagai salah satu PAUD di Kota Palembang melalui Surat Kepala Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang Nomor. 421.9/121/68/SK/2009, tanggal 21 April 2009. Dalam perkemabangannya, PAUD Matahari Palembang lembaga ini memiliki sejumlah progam sebagaimana sekolah pada umumnya. Untuk tahun keempatnya (periode 2012-2013) siswa-siswinya sudah meningkat menjadi 150 siswa.  “Sekarang ini, kami sudah sediakan 14 kelas untuk siswa, masing-masing kelas dilengkapi dengan fasilitas dan kebutuhan belajar yang sangat memadai, Insya allah akan terus berkembangd ana bertambah,” pungkasnya.

Tahun ajaran 2013-2014, PAUD Matahari akan memberlakukan absensi elektrik guna memonitor siswa-siswi, guru dan karyawan. Untuk orang tua siswa-siswi dilengkapi dengan fasilitas Wi-Fi serta sarana parkir berlanggana yang bekerjasama dengan pihak Palembang Trade Center (PTC). “Dan lebih penting lagi, untuk setiap ajaran baru, PAUD Matahari akan memberikan kesempatan kepada orang tua yang tidak mampu menyekolahkan anaknya dengan program subsidi silang,” tegasnya.**

Teks : Ujang

Editor : Imron S





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com