Pasca Pembakaran, Aktivitas Kantor PT GS Lumpuh Total

19 total views, 3 views today

IMG_1604

pembakaran kantor utama PT Gembala Sriwijaya (PT GS) | Junaidi KS

Inderalaya|KS – Pasca pembakaran kantor utama PT Gembala Sriwijaya (PT GS), yang di duga dilakukan oleh puluhan warga dari Desa Tanjung Pering, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa lalu, aktifitas perkantoran lumpuh total. Hal tersebut lantaran hampir seluruh berkas dan dokumen ludes terbakar.

Aparat keamanan dari Polres Ogan ilir masih berjaga-jaga guna mengantisipasi pergerakan lanjutan dari warga.

Bahkan, Kapolres OI AKBP Deni Dharmapala mengkalim, pihaknya tidak merasa kecolongan atas kejadian tersebut.

Pantauan Kabar Sumatera di kantor PT GS, nampak  anggota polisi unit Pengendalian Massa (Dalmas), Polres OI disigakan di kantor tersebut pasca kejadian.

Beberapa karyawan serta petugas keamanan kantor nampak hanya duduk-duduk dan sesekali hilir mudik untuk mengawasi dan membersihkan kantor. Kantor utama PT GS hampir seluruhnya ludes terbakar.

Atap bangunan serta ruangan terlihat ludes dan hanya menyisakan puing-puing dan kayu sisa terbakar. Bahkan, saat Kabar Sumatera memasuki kantor tersebut, bau yang bersumber dari bahan-bahan yang terbakar masih menyengat.

Kepala Administrasi PT Gembala, Putra Jaya mengaku heran atas peristiwa tersebut. Menurutnya, aksi tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan PT GS. “Kejadian itu tidak ada sangkut pautnya dengan PT Gembala, namun entah kenapa dan apa motifnya, tiba-tiba menyerang kantor kami,” sesalnya.

Ia menambahkan, aktivitas di kantor utama PT Gembala belum bisa di mulaikarena semua file, berkas surat menyurat, perangkat kerja, laptop dan komputer hangus terbakar semua.

“Tapi aktivitas kerja di perkebunan masih seperti biasanya, tidak ada pengaruh sama sekali pasca pembakaran tersebut. Tidak satupun dokumen penting tertinggal, semua habis. Tapi untungnya tidak ada korban jiwa dalam pembakaran tersebut dan seluruh aset dari kantor sudah diasuransikan,” ungkapnya.

13 Warga Diamankan

Dalam kasus pembakaran Kantor PT GS, Polres OI telah mengamankan  13 orang yang diduga ikut terlibat dalam aksi pembakaran. Kesemuannya itu yakni Tohara, Maulana, Madri, Alamin, Nubi, Ihsan, Agus, Acun, Hendra, Anang, Ahmat Damari dan Subianto (Ketua LSM Indoman).

“Pasca terjadinya pembakaran kantor PT Gembala, Selasa (18/6), semula polisi berhasil mengamankan 8 warga dan bertambah menjadi 13 orang. Kini belasan warga tersebut masih dalam pemeriksaan intensif dan bila terbukti, maka para warga ini terpaksa dilakukan penahanan,” kata Kapolres OI AKBP Deni Dharmapala, Rabu (19/6).

Kapolres menyebutkan, dari belasan warga yang diamankan tersebut terdapat seorang provokator berinisial SB. “Mereka ini memang masih berstatus saksi, karena masih dalam pemeriksaan. Tapi saat mengamankan warga ini, petugas juga menemukan barang bukti berupa parang, bom molotov dan ketapel, sehingga  berkemungkinan menjadi tersangka,” katanya.

Lanjut kapolres, ratusan warga yang melakukan anarkis karena terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. “Sebetulnya polisi sudah menindaklanjuti semua laporan warga yang terkait dengan pemukulan yang dilakukan Pawi (pengusaha kaplingan tanah-warga Palembang) terhadap Subianto (LSM pendamping  warga). Namun warga mendesak supaya Pawi ditangkap dan ditahan,” ujar Deni Dharmapala.

Pada hal menurut kapolres, tindakan  Pawi yang  melakukan pemukulan terhadap Subianto itu merupakan kasus penganiayaan ringan. Petugas baru akan memanggil Pawi setelah laporan warga, namun karena tidak sabaran menunggu hasil pemeriksaan terhadap Pawi, warga langsung berbuat anarkis. “Saya optimis, ada pihak tertentu yang telah memprovokasi warga sehingga melakukan anarkis tersebut,” jelas kapolres.

Deni juga sangat menyesalkan dengan perbuatan anarkis warga tersebut. Makanya dia berjanji akan bertindak tegas terhadap pelaku pembakaran
Kantor PT Gembala dan akan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.
“Siapa pun yang terbukti dan terlibat dalam kasus pengrusakan itu akan
diproses hukum,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi terjadi anarkis lanjutan, sambung Kapolres, sejumlah
petugas di jajaran Polres OI sudah ditempat di Kantor PT Gembala yang
sudah porak-poranda tersebut. “Ya kita sudah menempatkan anggota untuk
berjaga-jaga di tempat kejadian untuk mengantisipasi pengrusakan
lagi,” ujarnya.

Disinggung Polres kecolongan atas kejadian tersebut, perwira berpangkat dua melati di pundak ini membahtah jika pihaknya merasa kecolongan. Menurutnya, petugas sudah mengantisipasi masalah tersebut. Namun, usai dialog, warga membubarkan dengan tertib. “Tapi kemungkinan karena ada yang hasut, warga berbalik arah menuju PT GS dan membakarnya. Selain itu salah satu rumah warga juga nyaris terbakar,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya,    Kantor PT Gembala yang berlokasi di Desa Tanjung Pering,  dibakar massa. Ini buntut dari tuntutan warga Tanjung Pering yang belum bisa dikabulkan oleh pihak Mapolres Ogan Ilir penahan terhadap Pawi, warga Palembang, yang diduga melakukan pemukulan terhadap pendamping warga dari LSM Indoman, OI, Subiyanto.

Teks     : Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriadi





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com